Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia akan segera memiliki sepeda motor listrik nasional yang dijadwalkan meluncur dalam beberapa pekan mendatang. Saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jumat (17/7/2026), Prabowo mengatakan motor listrik nasional diharapkan menjadi sarana mobilitas masyarakat, khususnya petani. "Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional. Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik," kata Presiden Prabowo. Rencana tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin terus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong transisi energi. Namun pernyataan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai nasib Gesits, merek yang selama ini identik sebagai pelopor motor listrik buatan Indonesia. Gesits GV1 akhirnya resmi diperkenalkan ke publik dalam ajang Jakarta Fair 2025 Momentum Wakil Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Bidang Pengembangan dan Penelitian Prabowo Kartoleksono menilai Gesits sebenarnya memiliki peluang besar untuk terus menjadi pemimpin pasar. Namun, momentum tersebut dinilai tidak dimanfaatkan secara optimal. "Mungkin kemarin mereka sudah ngelewatin suatu masa dan tidak memanfaatkan peluang yang ada ya," kata Prabowo menjawab Kompas.com, belum lama ini. Padahal, merek ini pernah menjadi simbol lahirnya industri motor listrik Indonesia. "Nah, itu tidak dimanfaatkan oleh mereka. Oleh pimpinannya itu tidak dimanfaatkan. Gampang sekarang ngomongnya sih buat saya, karena sudah terjadi. Tapi kalau seandainya waktu itu dimanfaatkan oleh mereka, kan bisa jadi nomor satu terus," ujarnya. Motor listrik Gesits Raya G Menurut Prabowo, persoalan utama bukan semata kualitas produk, melainkan keberlanjutan bisnis. "Apa yang terjadi sama mereka itu sebenarnya karena mereka tidak berhasil mendapatkan keuntungan. Penjualan terlalu kecil," katanya. Ia juga menilai strategi bisnis Gesits terlalu bergantung pada keberadaan insentif pemerintah. "Ini yang harus kita ingat. Mereka mengharapkan tahun depannya, 2025 ya berarti ya. Tahun 2025 itu ada insentif," kata Prebowo. "Ada subsidi kalau motor kan. Ya, keluarkan. Biar lama-lama ya itu," ujarnya. Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium. "Artinya, kalau mereka kemarin manajemennya bisa lihat, saya bukan membela mereka, tapi kalau mereka dikasih tahu oleh pemerintah, 'Eh, Gesits enggak akan ada insentif ya. Kamu enggak usah mikirin ada insentif atau enggak. Kamu harus bisa kompetitif,' ujarnya. Meski demikian, Prabowo juga menilai perlambatan pasar tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada manajemen Gesits. "Itu kurang lebih kalau buat saya ya. Kita enggak bisa menyalahkan manajemen Gesits juga, karena pasar itu yang tiba-tiba nahan diri," katanya. "Karena ada permintaan, ada pasokan. Mereka sudah siap dari sisi pasokan, permintaannya enggak muncul," ujar Prabowo. Kolaborasi Gesits, IBC, dan Hyundai Kefico membuat motor listrik murah dan performa tinggi dimulai Perjalanan Gesits Gesits merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS, hasil kolaborasi Garansindo Group dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun seiring perjalanannya menggandeng universitas dan perusahaan BUMN, identitas Gesits berubah, hanya sebagai merek tak lagi soal Garansindo dan ITS. Pengembangan Gesits dimulai sekitar 2015 dengan tujuan menghadirkan sepeda motor listrik yang dirancang sesuai karakteristik penggunaan di Indonesia. ITS bertanggung jawab pada riset dan pengembangan teknologi, sedangkan Garansindo menangani aspek bisnis dan komersialisasi. Prototipe Gesits mulai diperkenalkan kepada publik pada 2016. Motor ini juga sempat menjalani perjalanan lintas Pulau Jawa untuk menguji keandalan produk sebelum dipasarkan secara luas. Motor listrik Gesits Raya G Tonggak penting terjadi pada 2019 ketika Gesits resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Produksi massalnya dilakukan oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA), perusahaan patungan antara PT Wijaya Karya Industri Manufaktur dan Gesits. Sebagai salah satu motor listrik pertama yang diproduksi massal di Indonesia, Gesits langsung menjadi ikon kendaraan listrik nasional. Masa keemasan Pada periode 2020 hingga 2022, Gesits mulai memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual di berbagai daerah. Motor listrik tersebut digunakan oleh sejumlah instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga armada operasional dan ojek online. Ilustrasi servis motor listrik di bengkel resmi Gesits Namun, pertumbuhan pasar masih berjalan lambat karena harga motor listrik relatif tinggi, sementara infrastruktur pengisian maupun penukaran baterai masih terbatas. Momentum terbesar datang pada 2023 ketika pemerintah meluncurkan program bantuan pembelian motor listrik. Dengan adanya subsidi, harga Gesits menjadi lebih kompetitif dan penjualannya meningkat. Pada periode tersebut, nama Gesits menjadi salah satu merek yang paling melekat di benak masyarakat ketika membicarakan motor listrik buatan Indonesia. Situasi berubah pada 2025 ketika program subsidi berakhir. Pasar motor listrik nasional melambat karena calon konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu kepastian kebijakan insentif baru. Kondisi tersebut berdampak pada hampir seluruh produsen motor listrik. Di saat yang sama, persaingan juga semakin ketat dengan masuknya banyak merek baru, terutama dari China.