JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran sepeda listrik dalam beberapa tahun terakhir semakin marak di berbagai kota di Indonesia. Harganya yang relatif murah serta penggunaan yang praktis membuat kendaraan ini banyak diminati masyarakat, terutama untuk mobilitas jarak dekat. Popularitas sepeda listrik juga dianggap ikut “mendisrupsi” pasar motor listrik. Potret anak kecil menggunakan sepeda listrik di jalan umum, penuh mobil, truk dan motor yang lalu-lalang Hal ini karena sebagian masyarakat memilih sepeda listrik sebagai alternatif kendaraan harian yang lebih sederhana. Tak jarang sepeda listrik terlihat digunakan hingga ke jalan raya, meski sebenarnya kendaraan tersebut lebih diperuntukkan untuk area tertentu dan lingkungan tertutup seperti permukiman atau jalan lingkungan. CEO Indomobil Emotor Pius Wirawan menjelaskan, secara konsep sebenarnya sepeda listrik dan motor listrik memiliki fungsi yang berbeda. “Kalau menjawab perbandingan antara motor listrik dengan sepeda listrik secara dikotomi produk, sebenarnya gampang menjelaskannya," kata Pius menjawab Kompas.com, di Jakarta, akhir pekan lalu. Seorang ibu pengendara sepeda listrik roda tiga melewan arah. "Sepeda listrik adalah solusi transportasi jarak pendek, sedangkan motor listrik untuk jarak menengah," ujarnya. Menurut Pius, kehadiran sepeda listrik sebenarnya bukan semata-mata soal persaingan penjualan dengan motor listrik. Namun yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memahami fungsi masing-masing kendaraan. Motor listrik Indomobil Emotor QT "Kalau menurut saya, poin utamanya bukan mengganggu volume penjualan, yang lebih dikhawatirkan adalah bisa mengganggu tingkat kepercayaan publik terhadap motor listrik," katanya. Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap motor listrik saat ini sebenarnya mulai tumbuh. Meski demikian, sebagian calon konsumen masih menunggu perkembangan teknologi dan ekosistemnya. "Sekarang orang memang mulai tertarik membeli motor listrik. Tapi ada juga yang memutuskan belum mau membeli," ujar Pius. "Ada dari mereka masih perlu mengonfirmasi bahwa motor listrik ini benar-benar solusi yang aman, berkelanjutan, dan andal untuk tiga sampai lima tahun ke depan,” katanya. Karena itu, menurut Pius, edukasi kepada masyarakat menjadi penting agar perbedaan fungsi antara sepeda listrik dan motor listrik semakin dipahami. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik roda dua juga bisa terus meningkat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang