– MotoGP dikenal sebagai salah satu olahraga paling berisiko di dunia. Para pebalap tidak hanya dituntut memiliki keterampilan tinggi, tetapi juga harus siap menghadapi bahaya setiap kali turun ke lintasan. Risiko besar tersebut membuat gaji pebalap MotoGP tergolong tinggi, meski kalau dibandingkan dengan atlet dari cabang olahraga lain, nilainya masih terpaut jauh. Dikutip dari Speedweek.com, Kamis (8/1/2026), pebalap MotoGP dengan pendapatan terbesar saat ini adalah Fabio Quartararo. Pebalap pabrikan Yamaha tersebut diperkirakan mengantongi penghasilan sekitar 14 juta dolar AS pada 2025, atau setara Rp 235 miliar. Angka tersebut menjadikannya sebagai pebalap dengan bayaran tertinggi di kelas utama MotoGP saat ini. Helm spesial Shoei edisi Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, 93 unit di dunia Besarnya pendapatan Quartararo tidak lepas dari statusnya sebagai juara dunia MotoGP 2021 serta perannya sebagai pebalap utama Yamaha. Selain gaji dari tim, pendapatan Quartararo juga ditopang oleh kontrak sponsor pribadi dan kerja sama komersial lainnya. Namun demikian, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan atlet papan atas dari cabang olahraga populer seperti sepak bola atau basket. Marc Marquez, yang pada musim lalu resmi bergabung dengan tim pabrikan Ducati, justru berada di bawah Quartararo dalam hal pendapatan. Marquez diperkirakan hanya menghasilkan sekitar 10 juta dolar AS atau setara Rp 168 miliar per tahun. Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Jerman 2025 Jumlah tersebut hampir setengah lebih rendah dibanding Quartararo, meski nama Marquez dikenal luas sebagai salah satu pebalap tersukses dalam sejarah MotoGP. Jika ditarik lebih luas ke ranah olahraga global, perbedaan pendapatan atlet MotoGP dengan atlet cabang lain terlihat semakin kontras. Dalam daftar 10 atlet terkaya di dunia versi Forbes, tidak ada satu pun pebalap MotoGP yang masuk. Daftar tersebut didominasi oleh atlet dari cabang olahraga dengan eksposur global dan nilai komersial yang sangat besar. Cristiano Ronaldo merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Liga Arab Saudi antara Al Nassr vs Al Riyadh SC di Al Awwal Park di Riyadh pada 20 September 2025. (Foto oleh Fayez NURELDINE / AFP) Cristiano Ronaldo menempati posisi teratas dengan pendapatan mencapai 275 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun. Di bawahnya, ada pebasket NBA Stephen Curry dengan penghasilan 156 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun. Petinju kelas berat Tyson Fury berada di posisi ketiga dengan pendapatan 146 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,4 triliun. Daftar 10 Atlet Terkaya di Dunia Versi Forbes: Cristiano Ronaldo : 275 juta dolar AS Stephen Curry : 156 juta dolar AS Tyson Fury : 146 juta dolar AS Dak Prescott : 137 juta dolar AS Lionel Messi : 135 juta dolar AS LeBron James : 133,8 juta dolar AS Juan Soto : 114 juta dolar AS Karim Benzema : 104 juta dolar AS Shohei Ohtani : 102,5 juta dolar AS Kevin Durant : 101,4 juta dolar AS Lewis Hamilton bisa mengantongi hingga 94.081 poundsterling (sekitar Rp 2,4 miliar) dari satu postingan bersponsor. Jumlah ini bahkan melebihi gabungan pendapatan pembalap yang menempati peringkat 5 hingga 10. Bahkan dalam daftar 50 atlet terkaya dunia versi Forbes, MotoGP tetap belum mampu menempatkan wakilnya. Dari cabang balap, hanya Formula 1 yang berhasil menembus daftar tersebut. Lewis Hamilton berada di peringkat ke-22 dengan penghasilan sekitar 80 juta dolar AS atau Rp 1,34 triliun per tahun. Sementara Max Verstappen menyusul di posisi ke-23 dengan pendapatan 78 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,31 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski MotoGP sarat risiko dan membutuhkan kemampuan luar biasa, nilai komersialnya masih tertinggal dibanding olahraga lain. Popularitas global, nilai siaran, serta daya tarik sponsor menjadi faktor utama yang membuat kesenjangan pendapatan tersebut terus terjadi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang