Menjaga kebersihan jok mobil berbahan fabric atau kain butuh perhatian ekstra. Berbeda dengan jok kulit yang relatif mudah dilap, bahan fabric memiliki pori-pori yang membuat kotoran dan cairan lebih mudah terserap. Pemilik Java Seat, Stefaan Ardino, mengatakan, penggunaan cairan pembersih yang tepat menjadi kunci utama. Ia menyarankan untuk menggunakan foam cleaner dibandingkan pembersih berbasis air. Java Seat, workshop interior spesialis mobil retro. “Gunakan foam cleaner, pembersih yang keluarnya bukan air, tapi busa. Busa putih itu fungsinya untuk mengangkat kotoran. Kalau dipakai di bahan fabric, busa akan menarik kotoran ke permukaan, lalu tinggal dilap bersih. Setelah itu, sebaiknya dilap lagi menggunakan kain microfiber yang kering agar sisa kotoran benar-benar terangkat dan tidak meninggalkan noda,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2026). Jenis pembersih ini dinilai lebih aman karena tidak membasahi jok secara berlebihan. Dengan begitu, lapisan busa di bawah kain tetap kering dan tidak menimbulkan aroma lembab. Sebab jika jok berbahan kain kurang bersih dan lembab akan menimbulkan bau. Motif jok fabric mini tartan laris karena motif dan polanya yang bisa dibilang abadi, serta cocok diaplikasikan mobil apapun. Selain memilih pembersih yang tepat, menurut Stefaan, langkah pencegahan juga tak kalah penting. "Selalu sediakan kain microfiber, mereknya bisa apa saja. Tujuannya agar jika ada cairan atau minuman yang tumpah, bisa langsung diseka sebelum meresap ke permukaan. Penanganan cepat ini penting supaya noda tidak menetap dan lebih mudah dibersihkan tanpa perlu proses yang rumit," katanya. "Bahan fabric memiliki pori-pori sehingga cairan lebih mudah terserap, berbeda dengan bahan kulit atau kulit sintetis. Kalau sudah terlanjur meresap, biasanya butuh penanganan lebih dalam,” ungkapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang