Jok mobil berbahan fabric memang dikenal nyaman, namun juga lebih mudah kotor. Jika tidak dibersihkan dengan benar, maka noda yang menempel justru bisa meninggalkan bekas seperti berpulau atau belang. Kondisi ini biasanya muncul karena proses pembersihan yang kurang tepat, terutama saat jok dibiarkan kering dengan sendirinya setelah dicuci. Andrew Shandy, Marketing sekaligus Kepala Produksi Masterpiece Auto Interior, mengatakan, membersihkan jok fabric sebenarnya tidak memerlukan bahan khusus. “Sebenarnya senjatanya cuma sabun bayi atau sabun cuci piring, disikat pakai sikat gigi, lalu dilap pakai microfiber,” ujar Shandy, saat ditemui di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Menurut dia, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengangkat noda dengan larutan sabun, kemudian menyikat perlahan agar kotoran terangkat dari serat kain. Setelah itu, sisa sabun harus segera dilap menggunakan kain microfiber agar tidak tertinggal di permukaan jok. Motif jok fabric mini tartan laris karena motif dan polanya yang bisa dibilang abadi dan bisa cocok dengan mobil apapun. Namun, tahap paling krusial justru ada pada proses pengeringan. “Jangan sampai dibiarkan kering sendiri. Itu yang bisa menyebabkan jadi berpulau,” kata dia. Saat air dan sabun mengering secara alami, residu bisa tertinggal dan membentuk bercak yang tidak merata di permukaan jok. Karena itu, setelah dibersihkan, jok sebaiknya langsung dikeringkan menggunakan bantuan alat seperti air dryer atau pemanas. “Kita harus bantu dia kering pakai air dryer atau pemanas supaya tidak berbekas,” ujarnya. Dengan metode yang tepat, jok fabric bisa kembali bersih tanpa meninggalkan noda. Selain menjaga tampilan interior tetap rapi, cara ini juga membantu memperpanjang usia material jok. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang