Francesco Bagnaia menutup musim MotoGP 2025 dengan hasil yang jauh dari harapan. Lima seri terakhir dijalani tanpa satu pun garis finis, termasuk di MotoGP Valencia 2025 ketika ia terjatuh pada lap pertama akibat bersenggolan dengan Johann Zarco. Insiden di Valencia kemarin, yang ia sebut sebagai racing incident, sekaligus menghapus peluang Bagnaia untuk memperbaiki tren buruknya di akhir musim. Padahal, meski start dari posisi ke-16 karena masalah sistem pengisian bahan bakar saat kualifikasi, ia merasa punya kecepatan cukup untuk bertarung di enam besar. Francesco Bagnaia (Ducati) kembali naik ke peringkat ketiga di klasemen MotoGP usai kemenangan di Sprint Race MotoGP Malaysia 2025. Sprint Race MotoGP Malaysia 2025 digelar di Sirkuit Sepang, Sabtu (25/10/2025), siang WIB. “Sejujurnya, balapan saya cuma berlangsung 25 detik,” ujarnya dikutip dari Crash.net, Minggu (16/11/2025). "Saya sudah siap. Saya menyalip enam pembalap, jadi start-nya bagus. Zarco hanya melewatkan titik pengereman, dan itu adalah insiden balap. Saya pikir itu insiden balap, sesuatu yang bisa terjadi," lanjut dia. Bagnaia menjelaskan bahwa beberapa tikungan pertama di Sirkuit Ricardo Tormo memang selalu penuh risiko. Menurutnya, manuver Zarco bukan sesuatu yang janggal, hanya terlalu optimistis, jenis manuver yang, ia akui, juga bisa saja dilakukannya ketika menyalip pembalap lain di tikungan dua. Hasil pahit di laga penutup menegaskan rangkaian akhir musim yang sulit, termasuk hilangnya peluang podium di Malaysia akibat ban bocor. Dari kandidat juara, Bagnaia akhirnya harus puas menutup musim di peringkat kelima klasemen. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025 Ia menyebut tahun ini sebagai salah satu musim terberat, mungkin yang paling berat, terutama pada bagian akhirnya. Meski begitu, Bagnaia berusaha tetap optimistis menghadapi sesi tes. “Saya seorang pemimpi, jadi saya masih percaya itu mungkin terjadi, dan melihat apakah kami bisa memulai dengan basis yang baik untuk tes Februari 2026,” katanya. Ia juga menolak tenggelam dalam pikiran negatif. Bagnaia sempat merasakan potensi menjalani balapan kuat di Valencia setelah menikmati tiga tikungan pertama sebelum kecelakaan terjadi. "Saya pikir semua orang lelah, dan musim ini cukup berat bagi semua orang, panjang, dan jika Anda menikmati musimnya, meskipun panjang, Anda akan tiba di bagian akhir dengan cara yang lebih mudah," kata dia. "Dalam situasi kami, ketika kami sedang mengejar posisi tiga besar di klasemen dan menargetkan bertarung untuk posisi satu atau dua, lalu apa yang terjadi ya terjadi," lanjutnya. Menatap jeda musim dingin, Bagnaia berharap bisa menjalani persiapan dengan pendekatan yang lebih baik, sembari mengingat bahwa musim 2020 pun ia akhiri dengan kesulitan akibat cedera. Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, melambai kepada para penggemar dalam sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 27 September 2025. (Foto oleh Toshifumi KITAMURA / AFP) Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.