Setelah V8E, Farizon nantinya juga akan melakukan perakitan lokal untuk model F3E dengan menggunakan fasilitas yang sama milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat. Dimulainya perakitan lokal kendaraan komersial listrik ini sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan Farizon, di mana Indonesia menjadi lokasi proyek produksi knocked down (KD) pertama perusahaan di luar negeri. Keseriusan Farizon menggarap pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia juga dibuktikan melalui investasi yang dikeluarkan untuk kebutuhan perakitan lokal tersebut. Menurut Christoforus Ronny, Director PT Arista Manufacturing Indonesia, nilai investasi yang dikeluarkan untuk kebutuhan perakitan berkisar Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar untuk satu model. Farizon V8E resmi dirakit secara lokal di pabrik Handal Purwakarta "Kisaran plus minus ya, sekitar Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar untuk satu model. Tapi untuk penambahan model lain ada yang common juga, paling penambahannya tidak banyak," katanya beberapa hari lalu. Investasi tersebut digunakan untuk sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjalankan proses perakitan unit, seperti filing machine, coupler, jig, serta berbagai special tools dan equipment lainnya. Babak Baru Sejak hadir di Indonesia pada Januari 2026, Farizon bersama Arista selaku distributornya di Indonesia mulai membangun fondasi bisnis melalui pengembangan pasar, distribusi, dan pengenalan produk. Dengan adanya perakitan lokal, perjalanan Farizon di Indonesia memasuki tahap berikutnya. Indonesia tidak hanya menjadi pasar tujuan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai manufaktur Farizon. Perubahan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan kebutuhan sektor transportasi dan logistik. Farizon V8E resmi dirakit secara lokal di pabrik Handal Purwakarta Ronny mengatakan, kendaraan komersial memiliki peran langsung dalam aktivitas ekonomi, dari distribusi barang dan logistik hingga transportasi serta pelayanan publik. "Elektrifikasi pada segmen ini tidak semata berkaitan dengan perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga menyentuh efisiensi operasional dan arah perkembangan transportasi yang lebih berkelanjutan," katanya. Sebagai distributor resmi Farizon, Arista memiliki peran dalam menghubungkan produk dan teknologi yang diadopsi dengan kebutuhan pengguna kendaraan komersial di berbagai sektor. Berada di bawah Geely Holding Group, Farizon mengarahkan pengembangan pasar pada berbagai skenario penggunaan, termasuk logistik, transportasi, distribusi dalam kota, dan pelayanan publik. Mobil niaga listrik baru Farizon di GIIAS 2026 "Ini merupakan langkah besar bagi Arista, Farizon, dan Handal yang menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan ekosistem kendaraan komersial listrik di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat strategis, tetapi menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi," ucapnya.