Kondisi ekonomi yang menantang belakangan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, termasuk dalam hal hobi otomotif. Keinginan para pemilik sepeda motor untuk melakukan modifikasi atau sekadar membeli aksesori kini harus tertahan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang kian meningkat. Saya mencoba mendatangi tiga toko penjual aksesori dan suku cadang motor di kawasan Tajur, Bogor, serta sentra otomotif Kebon Jeruk 3, Jakarta Barat. Penurunan jumlah pengunjung hingga kemerosotan omzet menjadi fenomena nyata yang dirasakan para pedagang saat ini. Sentra Otomotif Jalan Kebon Jeruk 3 di Jakarta Barat Daya Beli Menurun Kondisi lesunya pasar dirasakan langsung oleh pengelola Wong Jaya Motor yang berlokasi di Tajur, Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, tren perekonomian saat ini memang sedang mengalami perlambatan yang berdampak langsung pada daya beli konsumen. “Belakangan ini kan ekonomi Indonesia trennya agak turun. Iya melandai, pasti,” ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini. Hal senada diungkapkan oleh pengelola Ratu Motor, toko spesialis suku cadang Vespa di sentra otomotif Kebon Jeruk 3, Jakarta Barat. Suasana toko yang dulunya ramai padat kini berubah drastis menjadi jauh lebih lengang. “Gini saja kondisinya, sepi. Kalau dulu mah ramai, waktu-waktu zaman dulu sebelum Covid-19. Kadang mau parkir saja susah. Sekarang lengang banget, cari parkir gampang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penurunan jumlah pengunjung ini berimbas langsung pada pendapatan harian toko yang merosot tajam. “Begitu saja kondisinya sekarang, orang dagang tambah susah. Sepi dan omzet turun drastis,” tuturnya. Dampak Pandemi dan Marketplace Sentra Otomotif Jalan Kebon Jeruk 3 di Jakarta Barat Selain faktor ekonomi dan kenaikan biaya hidup yang menekan keinginan memodifikasi kendaraan, pergeseran pola belanja ke platform digital juga memukul toko fisik. Rendhy dari HNS Motoparts, toko aksesori yang juga berlokasi di Kebon Jeruk 3, menyebut tren penurunan pengunjung mulai terasa sejak masa pandemi dan diperjelas oleh hadirnya layanan e-commerce. “Kebon Jeruk semenjak Covid-19 orang-orang sudah mulai berkurang belanjanya. Entah karena di online juga. Pengaruh ada marketplace kan, jadi orang sudah jarang datang langsung,” kata Rendhy. Kombinasi antara tekanan ekonomi masyarakat dan peralihan ke transaksi digital ini memaksa para pedagang aksesori motor konvensional harus memutar otak agar bisa bertahan di tengah lesunya pasar aftermarket.