Rumor bursa transfer pebalap MotoGP mulai memanas dengan munculnya kabar Pedro Acosta yang digadang-gadang akan menjadi rekan setim Marc Marquez pada musim depan. Kehadiran dua talenta beda generasi dalam satu garasi ini diyakini bakal menciptakan dinamika yang luar biasa. Kolaborasi keduanya diyakini akan menciptakan atmosfer serupa, seperti ketika Valentino Rossi pertama kalinya setim dengan Jorge Lorenzo di Yamaha pada 2008 silam. Saat itu, kedatangan pebalap muda yang agresif berhasil mengguncang dominasi pebalap senior di tim tersebut. Sebagaimana diketahui, Acosta merupakan salah satu pebalap yang sangat bertalenta. Baru di musim ini Acosta terlihat bersaing ketat dengan Marquez dalam perebutan posisi barisan depan, membuktikan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi nama besar sang pemegang delapan gelar juara dunia. Pebalap Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta beraksi dalam sesi latihan bebas 2 MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Menurut mantan manajer Repsol Honda Team, Livio Suppo, bersatunya Acosta dan Marquez dalam satu tim berpotensi menciptakan kondisi yang mirip seperti ketika Rossi kedatangan Lorenzo sebagai rekan setimnya di Yamaha. “Ini… seperti saat Yamaha menempatkan Lorenzo di samping Valentino,” kata Suppo, dikutip dari Crash.net, Sabtu (11/4/2026). Suppo menilai, kehadiran pebalap muda dengan talenta luar biasa justru bisa memberikan efek positif bagi pebalap senior. Tantangan dari rekan setim yang lebih muda seringkali memicu performa yang lebih kompetitif. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) “Jorge memperpanjang karier (Rossi), dia memenangkan dua gelar juara dunia lagi. Hal itu akan menjadi dorongan bagi pebalap tangguh seperti Marquez, yang jelas-jelas merupakan pebalap hebat, sama seperti Valentino yang juga pebalap hebat," kata Suppo. Lebih lanjut, Suppo menjelaskan bahwa keberadaan pebalap muda di sisi Marquez bukanlah sebuah ancaman yang akan melemahkan mental, melainkan sebuah suntikan energi baru. “Memiliki pebalap muda dan super cepat di sampingmu membuatmu segar kembali karena hal itu memunculkan semangat juang yang mungkin sedikit hilang seiring berjalannya waktu," ujar Suppo. Livio Suppo dan Marc Marquez. Meski potensi gesekan antar dua "singa" dalam satu kandang sering kali terjadi, Suppo yakin Marquez akan menyikapinya dengan cara yang berbeda dan lebih profesional. “Saya tidak melihat Marc marah karena hal seperti itu, justru sebaliknya," kata Suppo. Kini, publik tinggal menunggu apakah skenario "Dream Team" ini akan benar-benar terwujud, dan apakah Acosta mampu memberikan tekanan yang sama besarnya seperti yang dilakukan Lorenzo kepada Rossi di masa lalu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang