Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara menerapkan sejumlah strategi untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing dalam beberapa waktu terakhir. Langkah yang dilakukan mulai dari rekayasa lalu lintas saat jam sibuk, penutupan sementara putaran balik (U-turn), hingga mengarahkan truk untuk menunggu di lokasi penyangga agar tidak mengular di badan jalan. Upaya tersebut diklaim mulai membuahkan hasil dengan arus lalu lintas yang berangsur lancar, imbas tingginya aktivitas angkutan peti kemas menuju pelabuhan dan depo. Ilustrasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan petugas Dishub Kepala Sudinhub Jakarta Utara, Rudy Saptari Sulesuryana, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan intensif dan menempatkan personel di sejumlah titik sejak terjadi penumpukan kendaraan. "Menyikapi kemacetan di ruas Jalan Cakung-Cilincing, sejak kemarin kami telah melakukan rekayasa lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Hingga pukul 19.00, arus kendaraan dari arah utara (Tanjung Priok) menuju selatan maupun sebaliknya terpantau kembali lancar," ujar Rudy, dikutip dari keterangan tertulis (25/7/2026). Kemacetan panjang di kawasan Jalan Raya Cakung Cilincing akibat antrean masuk depo kontainer, Selasa (21/7/2026) Rekayasa Lalu Lintas Rudy menjelaskan, ketika volume kendaraan mulai meningkat, petugas langsung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan melakukan penutupan jalan sementara mulai pukul 16.30 WIB. Selain itu, sejumlah titik putaran balik (U-turn) yang dinilai menjadi sumber perlambatan arus kendaraan juga ditutup sementara, salah satunya di kawasan Babek TNI, Rorotan. Setelah kondisi lalu lintas kembali normal, akses U-turn dibuka kembali. Menurut Rudy, skema ini bersifat situasional dan akan kembali diterapkan apabila kepadatan kembali terjadi. "Setelah arus lalu lintas kembali normal, titik U-turn pun dibuka kembali. Kami akan lakukan pemantauan kembali hari ini. Jika kembali terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas secara situasional akan diberlakukan," katanya. Petugas Sudinhub melakukan pengaturan lalu lintas di kolong cakung, antisipasi kepadatan pada Rabu (22/7/2026) pagi. Truk Diarahkan Menunggu di Terminal Tanah Merdeka Rudy mengungkapkan, kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing dipicu ketidakseimbangan arus logistik di pelabuhan. Volume impor yang tinggi tidak diimbangi aktivitas ekspor sehingga terjadi penumpukan peti kemas di pelabuhan maupun depo. Akibatnya, antrean truk peti kemas meluas hingga ke ruas jalan utama dan menghambat kendaraan lain. Sebagai solusi, Sudinhub Jakarta Utara mengarahkan pengemudi truk untuk menunggu di Terminal Tanah Merdeka ketika terjadi antrean panjang menuju depo. "Hal ini dilakukan agar badan jalan tetap dapat dilalui kendaraan lain dan tidak tertutup oleh antrean truk," ujar Rudy.