Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kemacetan truk kontainer di kawasan Cakung-Cilincing. Salah satunya dengan menjadikan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone atau lokasi penampungan sementara bagi truk yang mengantre menuju depo peti kemas. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kemacetan terjadi akibat ketidakseimbangan antara arus barang impor dan ekspor. Kondisi tersebut membuat kontainer kosong menumpuk di depo sehingga memicu antrean panjang truk. Kemacetan panjang di kawasan Jalan Raya Cakung Cilincing akibat antrean masuk depo kontainer, Selasa (21/7/2026) "Kemacetan yang terjadi karena disebabkan antara yang masuk dan yang keluar itu tidak balance," ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026). Menurut dia, berkurangnya aktivitas ekspor membuat peti kemas kosong semakin banyak tersimpan di depo. Akibatnya, truk harus mengantre hingga memenuhi badan jalan. Oleh karena itu, Pramono mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin untuk melarang truk kontainer kosong parkir di bahu maupun badan jalan. Wilayah Buffer Zone Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov DKI memanfaatkan Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi penampungan sementara truk kontainer yang menunggu giliran masuk depo. "Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone," kata Pramono. Pemprov DKI juga memberikan pembebasan tarif masuk Terminal Tanah Merdeka pada 22 Juli hingga 5 Agustus 2026. Terminal tersebut mampu menampung sekitar 200 truk kontainer sehingga kendaraan tidak perlu lagi mengantre di badan jalan. "Kami meminta kepada siapa pun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh Gubernur untuk parkirnya di Tanah Merdeka," ujarnya. Selain itu, Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan Pelindo untuk mengoptimalkan kapasitas penampungan kontainer di kawasan pelabuhan agar antrean truk menuju depo dapat berkurang. Kemacetan terjadi di Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara dari arah Jalan Cakung Cilincing menuju Jalan Marunda Makmur pada Kamis (9/7/2026) siang. Rekayasa Lalu Lintas Mulai Membuahkan Hasil Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan kondisi lalu lintas di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing mulai kembali lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan pada Rabu (22/7/2026) malam. Sekitar 30 menit setelah penutupan U-turn di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC), kepadatan kendaraan mulai terurai. Selain menutup sejumlah U-turn, petugas juga mengarahkan truk kontainer yang mengantre menuju depo ke Terminal Tanah Merdeka agar tidak memenuhi badan jalan. Untuk mencegah kondisi serupa terulang, Dishub DKI berharap kapasitas penampungan depo di kawasan Pelindo dapat ditingkatkan sehingga proses keluar-masuk kontainer menjadi lebih lancar.