— Industri otomotif China dinilai sedang menghadapi masalah serius terkait tren “ikut-ikutan” dalam pengembangan desain dan teknologi kendaraan listrik. Sejumlah pelaku industri menyebut fenomena homogenisasi pada kendaraan energi baru (NEV) semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Banyak model hadir dengan desain maupun konfigurasi yang hampir seragam. Banyak mobil menggunakan lampu depan model garis menyambung atau bentuk tajam, lidar di atap, gagang pintu tersembunyi, hingga tata letak kokpit dengan konsep “three piece”, yakni panel instrumen kecil, layar tengah besar, dan setir model bawah rata. Chery Tiggo 8 CSH Dari sisi teknologi, keseragaman juga terlihat. Pada 2025, Huawei Qiankun ADS bahkan disebut nyaris menjadi fitur standar pada berbagai model baru, termasuk pada mobil hasil kerja sama seperti Audi A5L dan Q5L. Wakil Presiden sekaligus Global Head of Design Geely, Chen Zheng, mengatakan bahwa industri otomotif China kini terjebak pada tren mengikuti arus, di mana elemen desain populer diterapkan secara serampangan. Kondisi tersebut membuat konsumen semakin sulit membedakan merek dan model hanya dari tampilan luar. Ketua Voyah, merek mobil mewah di bawah Dongfeng Motor Corporation, Lu Fang, juga menegaskan bahwa persaingan ketat yang terlihat di permukaan sebenarnya justru menunjukkan minimnya inovasi di industri. Tes tabrak Jaecoo J7 SHS oleh ANCAP “Banyak perusahaan mengejar keuntungan jangka pendek, sehingga memilih meniru daripada melakukan inovasi asli berdasarkan kebutuhan pengguna,” kata Lu dikutip dari CarNewsChina, Jumat (26/12/2025). “Persaingan tingkat rendah ini membuat produk hanya bertarung pada harga dan spesifikasi, lalu pasar dipenuhi ‘pseudo-innovation’ yang sebenarnya tidak benar-benar menjawab kebutuhan pengguna,” katanya. Salah satu penyebab maraknya praktik plagiarisme di industri otomotif China disebut karena tingginya biaya pengembangan mobil, kompleksitas rantai pasok dengan ribuan komponen, serta tuntutan pemenuhan standar teknis dan keselamatan. Denza D9 di GJAW 2025 Pelaku industri juga mengungkapkan bahwa “daftar komponen” antar produsen NEV di China sangat mirip. Selain itu, perlindungan hak kekayaan intelektual di China dinilai masih lemah. Menurut media China Sohu, penentuan pelanggaran desain eksterior sangat subjektif. Banyak kasus berakhir damai atau bahkan dihentikan, sehingga mendorong sebagian pabrikan bertindak lebih jauh. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang