Sempat menyabet penghargaan sebagai perusahaan paling berharga untuk investasi tahun ini di 2022, BeyonCa justru gulung tikar pada Maret 2026. Dikutip dari CarNewsChina pada Minggu (28/3/2026),merek mobil listrik premium asal China tersebut dilaporkan bangkrut dan menghentikan operasinya. BeyonCa sendiri didirikan pada 2021 oleh mantan Wakil Presiden Volkswagen Group, Soh Weiming bersama Christian Klinger yang merupakan mantan anggota dewan VW AG. Maka dari itu, BeyonCa ini kerap disebut sebagai Star-up mobil listrik yang didirikan oleh mantan petinggi Volkswagen Group. Sejak peluncuran resminya, BeyonCa sempat digadang-gadang memiliki masa depan yang cerah. Bahkan, pada 2023, perusahaan ini menargetkan penjualan hingga 100.000 unit mobil dalam waktu tiga hingga lima tahun. Pada pemberitaan terakhir, BeyonCa menargetkan produksi massal mobil pertamanya, GT Opus 1 pada 2024. Kemudian diumumkan pula rencana pembangunan pabrik di Hong Kong. Namun kini BeyonCa dilaporkan bangkrut di China dengan meninggalkan ratusan karyawan tanpa menerima gaji. Selain itu, perusahaan juga dilaporkan belum melunasi iuran jaminan sosial dan dana perumahan. Para karyawan juga menuntut meminta pelunasan seluruh gaji yang belum dibayar, pembayaran iuran jaminan sosial dan dana perumahan, penggantian biaya pribadi, kompensasi, serta pernyataan resmi dari perusahaan dan pemegang saham. Para karyawan juga menyatakan siap menempuh jalur hukum. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang