Kasus mobil listrik terbakar kembali menjadi sorotan setelah satu unit BYD Seal mengalami kebakaran di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (31/7/2026). Insiden tersebut menambah daftar kejadian serupa yang terjadi di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Sejumlah kasus memperlihatkan pola yang berbeda. Ada kendaraan yang terbakar saat melaju di jalan tol, ketika terparkir di garasi rumah, hingga saat digunakan di jalan umum. Hingga kini, penyebab kebakaran juga bervariasi, mulai dari dugaan gangguan teknis, indikasi korsleting listrik, hingga masih menunggu hasil investigasi. Berikut deretan kasus mobil listrik terbakar di Indonesia yang dihimpun Kompas.com berdasarkan urutan waktu kejadian: 1. BYD Seal, 13 Mei 2025 Byd seal mengeluarkan asap Satu unit mobil listrik BYD Seal terbakar saat diparkir di garasi rumah di Jalan Katalis, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (13/5/2025). Kepala Seksi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Saepuloh, menjelaskan bahwa butuh waktu sekitar dua jam untuk meredakan kebakaran. Pemilik melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran pada pukul 07.30 WIB. Penyebab kebakaran tidak langsung disimpulkan. Investigasi dilakukan bersama pihak kepolisian, Dinas Gulkarmat, KNKT, serta BYD Indonesia. Hasil pemeriksaan BYD menyebut tidak ditemukan indikasi ledakan pada baterai tegangan tinggi dan penyebab pasti masih dalam proses investigasi. Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan bahwa penyebab insiden diduga berasal dari korsleting pada sistem kelistrikan yang dipicu oleh faktor eksternal. Temuan sementara menunjukkan adanya hubungan arus pendek (short circuit) pada wiring sistem kelistrikan, yang menyebabkan panas berlebih pada komponen low voltage battery atau aki. "Ini memicu thermal runaway, sehingga menghasilkan suara tidak normal dan asap dari bagian bawah kendaraan," ujarnya. 2. Wuling Air ev, 5 Juli 2025 Wuling Air EV terbakar di Bandung Satu unit mobil listrik Wuling Air ev dilaporkan terbakar di Jalan Soekarno-Hatta arah Moh. Toha, Kota Bandung, pada Sabtu malam (5/7/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Api sempat melalap bagian depan mobil dan memicu ledakan kecil, namun berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran. Wuling Motors dengan sigap memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa baterai bukanlah penyebab kebakaran tersebut. Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors, memastikan bahwa komponen utama EV seperti baterai dan motor listrik dalam kondisi baik. “Kami masih menunggu hasil forensiknya, nunggu uji lab-nya dan segala macam. Tapi yang kekhawatiran kalau mobil terbakar itu dari sisi baterai itu ternyata tidak,” ujar Maulana di Cikarang, Jumat (11/7/2025). 3. DFSK Gelora E, 16 Januari 2026 Mobil listrik DFSK Gelora E terbakar Insiden mobil listrik terbakar kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, sebuah mobil listrik dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), tepatnya di Km 23+300 A, pada Jumat (16/1/2026). Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun TikTok @sadewa1201 yang memperlihatkan kondisi mobil listrik saat proses pemadaman berlangsung di bahu jalan tol. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan, melihat dari bagaimana mobil terbakar, bisa dipastikan bukan dari baterai. Sebab, kalau baterai mobil listrik terbakar biasanya akan berbentuk U, ada asap kimianya berwarna hitam. "Biasanya enggak langsung api, asap tebal dulu, terus baru kayak mercon, baru api, dan apinya itu bisa sampai 600 derajat (Celcius). Kalau baterai terbakar, berarti lantai mobil itu sudah meleleh, ada lubang besar di atas baterainya," ujar Cing Hok Rifin, saat ditemui di Depok, Sabtu (24/1/2026). Dia menambahkan, bukan hanya baterai saja yang aman. Tapi, komponen kelistrikan lainnya pun juga aman, termasuk Onboard Charging (OBC), seperti yang diduga oleh pengguna mobil tersebut. "Karena sopirnya bilang kan yang sumber kebakaran dari jok. Kita coba buka jok, itu OBC, di mana OBC itu hanya berfungsi pada saat mengecas, baik itu di SPKLU atau di rumah. Berarti kalau sambil jalan, itu tidak berfungsi," kata Cing Hok Rifin. "Begitu kita lihat, OBC oke, kabel tegangan tinggi juga oke, sama sekali enggak terbakar. Jadi, kita sudah pastikan sumber api dari kabin. Bukan bawah, tapi kabin," ujarnya. 4. Hyundai Kona EV, 22 April 2026 Hyundai Kona Electric N Line Kebakaran melanda mobil listrik di Jalan Mayjen Sungkono Blok B/4, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Menurut perwira piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Fathoni, kebakaran tersebut dialami mobil listrik Hyundai Kona dengan nomor polisi W 1552 RU yang dikendarai oleh Alex. Kepada petugas, Alex menjelaskan, mobil yang dikendarai olehnya tiba-tiba mengalami sinyal baterai lemah (lowbat). Dugaan sementara, kebakaran dipicu gangguan pada sistem kelistrikan setelah muncul peringatan baterai lemah. Hyundai Motors Indonesia melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pastinya. 5. BYD Seal, 31 Juli 2026 Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. Satu unit mobil listrik BYD Seal terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya sesaat setelah melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama) A arah Cikampek, Jumat (31/7/2026). Pamin Induk PJR Cikampek, Ipda Arya Krisna Baskara, mengatakan, insiden terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil melaju dari arah Jakarta menuju Cikampek sebelum akhirnya mengalami gangguan setelah melakukan transaksi di gerbang tol. Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemilik kendaraan usai kejadian tersebut. "Menanggapi insiden yang melibatkan salah satu unit BYD di ruas Tol Cikampek, tentunya kami turut prihatin atas kejadian tersebut," kata Luther, kepada Kompas.com (31/7/2026). Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain itu, tim aftersales BYD juga telah menangani kendaraan yang terbakar dan kini tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden. "Kami telah berkomunikasi langsung dengan pemilik dan memastikan tidak terdapat korban jiwa. Terkait unit juga sudah langsung di tangani tim aftersales BYD sesaat sesudah kejadian dan sedang dalam proses investigasi menyeluruh,” ucap Luther. "Keselamatan dan ketenangan pengendara adalah prioritas kami saat ini, dan tentunya kami akan sampaikan apabila telah terdapat informasi lebih lanjut," kata dia. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BYD Indonesia menyatakan akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab insiden.