Kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali menjadi sorotan setelah menimpa satu Mitsubishi Xpander yang terparkir di kawasan BCBD Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026). Dalam kejadian tersebut, pelaku memecahkan kaca jendela tengah sisi kanan mobil dan membawa kabur sebuah tas ransel yang berisi laptop serta sejumlah dokumen penting milik korban. Peristiwa terjadi saat mobil ditinggal sekitar satu jam di area parkir. "Satu tas ransel yang berisi laptop dan berkas-berkas penting sudah enggak ada. Handphone, dompet, dan uang aman karena kami bawa," kata korban berinisial MN (35) kepada Kompas.com, Senin (6/7/2026). Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi. Kali ini, sebuah Mitsubishi Xpander menjadi sasaran saat diparkir di kawasan BCBD Summarecon Bekasi, Sabtu (4/7/2026) sore. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa aksi pecah kaca mobil masih kerap terjadi, bahkan di lokasi yang ramai pengunjung. "Saya memang lengah karena merasa cuma sebentar dan sudah sering parkir di sana tanpa masalah. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran supaya orang lain lebih waspada," ujar dia. Lokasi Parkir Menentukan Keamanan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, banyak pemilik mobil merasa kendaraannya aman karena diparkir di lokasi yang terang atau dipadati aktivitas. Padahal, kondisi tersebut bukan jaminan terhindar dari tindak kejahatan. "Penjahat sekarang sudah lebih nekat dan cuek. Sekalipun terang atau ramai, itu pasti jadi target kejahatan," kata Sony kepada Kompas.com. Menurut dia, pelaku saat ini dapat beraksi dalam waktu sangat singkat. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memilih area parkir yang memiliki sistem pengawasan atau petugas keamanan, dibanding memarkir kendaraan di lokasi tanpa penjagaan. Selain lokasi parkir, kebiasaan meninggalkan barang di dalam mobil juga menjadi faktor yang kerap dimanfaatkan pelaku. "Target maling adalah barang yang ditinggal di dalam kabin. Apa pun barangnya, tetapi kalau dari luar terlihat ada tas, barang elektronik, atau barang berharga lainnya, tinggal menunggu waktu untuk dicuri," ujar Sony. Ia menambahkan, penggunaan kaca film dengan tingkat kegelapan tinggi juga tidak otomatis membuat kendaraan lebih aman. Sebaliknya, kondisi tersebut justru dapat memancing rasa penasaran pelaku untuk mengintip isi kabin. "Pengamanan yang paling efektif bukan alarm, kaca film, kamera, atau kunci pengaman, tetapi keputusan memarkir kendaraannya dengan benar," kata Sony. Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi. Kali ini, sebuah Mitsubishi Xpander menjadi sasaran saat diparkir di kawasan BCBD Summarecon Bekasi, Sabtu (4/7/2026) sore. Perangkat Keamanan Bantu Kurangi Risiko Dalam kesempatan terpisah, Head Product Improvement/EDER Department Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, perangkat keamanan kendaraan tetap perlu dipastikan berfungsi dengan baik, termasuk sistem alarm. Menurut Bambang, alarm memang tidak dapat menjamin mobil terhindar dari pencurian. Namun, perangkat tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku atau bahkan membuat mereka mengurungkan niat. Ia juga menjelaskan adanya kebiasaan sebagian pemilik mobil yang membuka kaca samping sekitar 1 sentimeter saat kendaraan diparkir. Cara tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kaca mudah dipecahkan menggunakan pecahan busi karena tekanan udara di dalam kabin tidak sepenuhnya kedap. "Ini hanya bisa mengurangi risiko, bukan menghindari. Semua tetap bergantung pada alat dan cara yang digunakan pelaku," kata Bambang.