Honda PCX menjadi salah satu pilihan skutik bongsor yang ada di pasaran. Harga barunya mulai Rp 30 jutaan sampai Rp 40 juta, paling mahal ada fitur Honda RoadSync yang bisa menampilkan navigasi. Kalau budget terbatas, beli PCX bekas pun bisa jadi opsinya. Ada banyak seri PCX yang sudah ada di pasaran, dari yang CBU Thailand, sampai yang lokal dengan mesin 150 cc sejak 2017. Harga PCX yang CBU Thailand bisa didapatkan dari belasan juta Rupiah sampai Rp 20-an juta. Begitu juga PCX 150 lokal, harganya mulai Rp 20-an juta, stabil. Diler motor bekas umumnya memajang motor-motor yang diminati oleh konsumen, seperti motor matik dari merek Honda atau Yamaha. Aries Mandala, Kepala Bengkel AHASS Pelangi Prima Mandiri di Bogor memberikan tips memilih PCX bekas baik yang Thailand atau yang lokal. Secara mesin, keduanya punya basis yang serupa, terkenal kuat juga kalau dirawat dengan baik. "Mengecek mesin masih bagus apa enggak, dari suaranya juga sudah kentara. Misal saat awal menghidupkan susah apa enggak, pas langsam, iramanya stabil atau naik turun," kata Aries kepada Kompas.com belum lama ini. Kalau sulit dinyalakan, lalu irama langsam tidak stabil, bisa jadi ada masalah di bagian mesin. Cuma saat semuanya bagus, normal, tapi knalpotnya mengeluarkan asap atau mengepul, ada indikasi kerusakan. "Lihat dari knalpot, keluar asap hitam, putih atau apa. Kalau mengepul kan berarti sudah gejala ring seher sudah aus," kata Aries. Perlu jadi catatan, mencari motor bekas memang sulit mendapatkan yang sempurna. Tapi setidaknya bisa mendapatkan unit yang kerusakannya paling minimal. "Sisanya tinggal lihat fungsi-fungsi lainnya. ABS misal, normal apa enggak. Cover bodi banyak lecet, sampai kestabilan setang, bekas jatuh atau tidak," kata Aries. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang