- Demi mendukung proyek pembangunan tol Jakarta-Cikampek II Selatan, gerbang tol Sadang resmi geser ke lokasi baru. Pemindahan lokasi transaksi resmi dilakukan mulai pukul 13:30 WIB, 15 April 2026 kemarin. Relokasi ini bukan sekadar memindahkan gerbang tol, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang lebih modern dan efisien. Di lokasi baru, GT Sadang telah dilengkapi dengan empat gardu transaksi keluar dan empat gardu masuk. Menariknya, dua gardu di antaranya bersifat reversible, artinya bisa difungsikan secara fleksibel menyesuaikan kondisi lalu lintas. Dengan sistem ini, antrean kendaraan diharapkan lebih terkendali, terutama saat volume kendaraan meningkat. Selain peningkatan fasilitas, perubahan lokasi ini juga diikuti dengan rekayasa lalu lintas di sekitar area. Pengguna jalan akan diarahkan melalui jalur pengalihan (detour) seiring rencana pembongkaran gerbang lama dan pembangunan lanjutan ramp tol. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran, pengelola telah memasang moveable concrete barrier (MCB), menutup akses tidak resmi atau jalur bocor, serta menyiapkan jalur darurat sebagai langkah antisipasi kondisi di lapangan. Dengan hadirnya lokasi baru yang lebih strategis dan dukungan infrastruktur yang lebih baik, pemindahan Gerbang Tol Sadang ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pengguna jalan tol, khususnya di wilayah Purwakarta dan sekitarnya. "Jasa Marga memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan peralatan tol, sistem transaksi, hingga infrastruktur pendukung lainnya telah memenuhi standar pelayanan minimal yang ditetapkan," ujar Danang Eko Saputro, Pgs. Senior Manager Representative Office 3, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, dalam keterangan resminya, (15/4/26) dikutip dari Kompas.com. "Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa transisi pengoperasian gerbang baru ini," terangnya.