Banyak pebalap yang enggan memilih World Superbike (WorldSBK) setelah keluar dari MotoGP, karena dianggap sebagai suatu penurunan atau kemunduran. Sekarang, sudah banyak pebalap yang tertarik dengan kejuaraan tersebut. Mantan pebalap MotoGP bersinar Nicolo Bulega saat sesi tes untuk World Superbike (WorldSBK) 2026 Salah satu mantan pebalap MotoGP yang bersinar di WorldSBK, yakni Alvaro Bautista, mengatakan, ajang balap tingkat dunia dengan motor produksi massal ini menjadi kejuaraan alternatif dari MotoGP. "Sungguh luar biasa bahwa WorldSBK kini menarik lebih banyak pebalap," kata Bautista dalam wawancara dengan Sport.es, dikutip dari Speedweek.com, Rabu (7/1/2026). Karier MotoGP Bautista berakhir 2018 Sejumlah pebalap memacu kecepatan saat Superpole Race WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (5/3/2023). Pebalap Pata Yamaha Prometeon WorldSBK Toprak Razgatlioglu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 32.037 detik, disusul pebalap Pata Yamaha Prometeon WorldSBK Andrea Locatelli. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nym. Karier MotoGP Bautista berakhir pada tahun 2018. Ducati menawarkan kepadanya kesempatan untuk naik ke WorldSBK dan mengendarai superbike V4 baru sebagai pebalap pabrikan. Pebalap Pata Yamaha Prometeon WorldSBK Toprak Razgatlioglu (kanan) memacu kecepatan saat sesi balapan WSBK Superpole di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (4/3/2023). Toprak Razgatlioglu berhasil meraih pole position dalam Tissot Superpole dengan catatan waktu terbaik 1 menit 32.037. disusul posisi kedua ditempati Andrea Locatelli dengan catatan waktu tercepat 1 menit 32.106. disusul Alvaro Bautista di posisi ketiga dengan waktu 1 menit 32.202. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc. Namun, Bautista mengakui bahwa awalnya dirinya kurang antusias dengan tawaran tersebut pada saat itu. Juara WorldSBK Alvaro Bautista akhirnya bisa mengetes motor balap MotoGP, untuk pertama kalinya sejak 2018 atau dalam 5 tahun terakhir. "Kesempatan itu muncul, dan saya berkata, ‘Saya tidak ingin masuk ke WorldSBK, itu tidak memotivasi saya’," kata Bautista. "Tapi pada tahun itu, saya membuka pintu bagi semua orang, baik bagi para pebalap lain maupun bagi publik. Langkah demi langkah, segalanya berkembang dan level kejuaraan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan 2019," kata Bautista. Tingkat persaingan meningkat Menurutnya, sekarang semua pebalap jauh lebih profesional. Meskipun motor yang digunakan berbeda, tetapi tingkat persaingannya tetap kompetitif. " Tahun ini, 2026, pebalap MotoGP seperti (Somkiat) Chantra, (Miguel) Oliveira, dan (Jake) Dixon ikut bergabung. Kejuaraan ini telah menjadi alternatif yang sesungguhnya bagi MotoGP. Kejuaraan ini terus berkembang, dan reputasinya semakin membaik," ujar Bautista. “Semoga dengan pebalap baru dan tingkat persaingan yang semakin meningkat, kita dapat terus menyajikan pertarungan yang seru dan pertunjukan yang layak untuk membuka lebih banyak pintu dan menarik lebih banyak penggemar, terutama di Spanyol, di mana hal ini masih agak sulit,” kata Bautista. Pamor MotoGP masih nomor satu di Spanyol Menurut Bautista yang juga berkebangsaan Spanyol, di negaranya tersebut pamor MotoGP masih nomor satu. Jumlah penonton yang menonton langsung sangat banyak dibandingkan saat WorldSBK. Jika Toprak Razgatlioglu mampu bersaing ketat di MotoGP, maka dia bisa menunjukkan seberapa kompetitif persaingan di WorldSBK. Selain itu, Nicolo Bulega yang juga pebalap pabrikan Ducati di WorldSBK kini masuk dalam daftar pebalap cadangan dan pebalap tes untuk Ducati di MotoGP. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang