Pasar mobil Indonesia memang mencatat pertumbuhan pada Agustus 2026. Namun, tidak semua merek menikmati kenaikan penjualan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), setidaknya 16 merek mencatat penurunan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler dibandingkan Juli 2026. Penurunan terdalam secara persentase dialami Denza. Wholesales merek premium asal China tersebut anjlok dari 159 unit pada Juli menjadi hanya 19 unit pada Agustus, atau turun 88,1 persen. Booth MG di GIIAS 2026 Di bawahnya ada FAW yang turun 35,2 persen, Morris Garage atau MG turun 30,7 persen, serta Changan yang terkoreksi 29,3 persen. Namun, angka yang ditampilkan dalam daftar ini merupakan data wholesales. Untuk melihat apakah penurunan tersebut juga mencerminkan melemahnya permintaan konsumen, Kompas.com turut membandingkannya dengan pergerakan retail sales, yakni penjualan dari diler ke konsumen. Hasilnya, tidak semua merek yang wholesales-nya turun mengalami kondisi serupa di sisi retail. Jaecoo J5 EV Tampil Paling Depan Di Booth Chery Automobile Tujuh Merek Turun di Wholesales dan Retail Sejumlah merek tercatat mengalami penurunan baik dari sisi distribusi pabrik ke diler maupun penjualan diler ke konsumen. Kondisi ini dapat menjadi indikasi bahwa penurunan tidak hanya dipengaruhi oleh pengaturan stok di jaringan diler. FAW menjadi salah satu yang mencatat koreksi cukup dalam. Wholesales-nya turun 35,2 persen, dan retail sales juga terkoreksi dengan persentase yang sama. Kemudian Scania mencatat penurunan 25,9 persen pada wholesales dan retail. Chery juga mengalami koreksi, dengan wholesales turun 8,5 persen dan retail sales merosot lebih dalam, yakni 16,6 persen. Booth Isuzu di GIIAS 2025 Penurunan di kedua sisi juga dialami UD Trucks, Isuzu, Mitsubishi Motors, dan Daihatsu.Mitsubishi Motors, misalnya, mengalami penurunan wholesales 18,2 persen dari 6.143 unit menjadi 5.022 unit. Sementara itu, retail sales-nya juga turun 7,9 persen. Daihatsu juga terkoreksi dari 14.125 unit pada Juli menjadi 13.214 unit pada Agustus, atau turun 6,4 persen. Penjualan ritelnya turut melemah 5,1 persen. Sementara itu, Isuzu mencatat penurunan wholesales 3,4 persen dan retail turun 8,9 persen. Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026 Denza dan Toyota Tunjukkan Pola Berbeda Denza menjadi contoh bahwa penurunan wholesales tidak selalu berarti permintaan konsumen ikut melemah. Meski distribusi dari pabrik ke diler turun tajam 88,1 persen, penjualan retail Denza justru meningkat 130,7 persen pada Agustus. Pola tersebut menunjukkan diler masih menjual stok yang telah tersedia kepada konsumen, sementara pemesanan atau pasokan baru dari pabrik berkurang. Kondisi berbeda juga terjadi pada Toyota. Wholesales merek dengan penjualan terbesar di Indonesia ini turun 5,9 persen, dari 21.642 unit menjadi 20.357 unit. Seorang pengunjung melewati booth Honda salah satu peserta pameran otomotif terbesar di kota kedua GIIAS Surabaya 2026 berlangsung di Grand City Surabaya, Jawa Timur mulai 26-30 Agustus 2026. Namun, retail sales Toyota justru tumbuh 4,4 persen. Artinya, penurunan distribusi ke diler tidak serta-merta mencerminkan turunnya penjualan kepada konsumen. Sebaliknya, Honda tidak masuk dalam daftar merek dengan penjualan minus. Merek tersebut justru mencatat pertumbuhan pada kedua sisi, dengan wholesales naik 22,8 persen dan retail sales meningkat 11,1 persen. Adapun Neta menjadi kasus tersendiri. Penjualan ritelnya turun 100 persen, dari 150 unit pada Juli menjadi nol unit pada Agustus. Sementara wholesales tetap berada di angka nol, sehingga tidak tercatat mengalami perubahan secara bulanan. Booth Neta di GJAW 2024. Daftar merek dengan wholesales turun, Juli-Agustus 2026: 1. Denza: turun 88,1 persen2. FAW: turun 35,2 persen3. Morris Garage: turun 30,7 persen4. Changan: turun 29,3 persen5. Polytron: turun 26,1 persen6. Scania: turun 25,9 persen7. Mitsubishi Motors: turun 18,2 persen8. Hino: turun 16,5 persen9. UD Trucks: turun 9,8 persen10. Chery: turun 8,5 persen11. Daihatsu: turun 6,4 persen12. Toyota: turun 5,9 persen13. Hyundai: turun 4,9 persen14. Isuzu: turun 3,4 persen15. Mitsubishi Fuso: turun 1,8 persen16. Mercedes-Benz CV: turun 1,6 persen Mobil Listrik Polytron G3 Retail Sales Turun, Juli–Agustus 2026: 1. NETA: turun 100 persen2. Polytron: turun 50 persen3. FAW: turun 35,2 persen4. Scania: turun 25,9 persen5. Chery: turun 16,6 persen6. UD Trucks: turun 13,4 persen7. Isuzu: turun 8,9 persen8. Mitsubishi Motors: turun 7,9 persen9. Daihatsu: turun 5,1 persen