Peta persaingan industri otomotif nasional sepanjang 2025 belum menunjukkan pergeseran besar. Pabrikan Jepang masih memegang kendali pasar, meski tekanan dari merek-merek mobil listrik asal China kian terasa. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, Toyota kembali menutup tahun sebagai merek dengan penjualan tertinggi di Tanah Air. Booth Toyota di IIMS 2024 Produsen asal Jepang ini membukukan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebesar 250.431 unit, sementara penjualan ritel mencapai 258.923 unit. Kinerja tersebut ditopang portofolio produk yang luas, mulai dari segmen kendaraan entry level hingga premium. Strategi ini membuat Toyota tetap relevan di berbagai lapisan konsumen, kendati berada di tengah perubahan tren menuju elektrifikasi. Pada posisi kedua, Daihatsu masih menjadi andalan pasar mobil nasional dengan penjualan sebanyak 130.677 unit secara wholesales dan 137.835 unit untuk ritel. Capaian ini menegaskan bahwa kendaraan dengan harga terjangkau dan fungsionalitas tinggi tetap memiliki basis konsumen yang kuat di Indonesia. Produsen otomotif China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar dunia pada 2025. Penjualan BYD naik signifikan, sementara pengiriman Tesla kembali menurun. Persaingan Menanas Persaingan justru memanas pada perebutan posisi ketiga hingga kelima, di mana Honda dan Mitsubishi Motors saling berdekatan. Honda mengamankan posisi ketiga dengan 71.233 unit, unggul tipis dari Mitsubishi Motors yang mencatatkan 70.338 unit. Suzuki menyusul di peringkat kelima dengan raihan 64.838 unit, menjaga konsistensi performanya sepanjang tahun. Sorotan utama pada 2025 datang dari BYD. Merek mobil listrik asal China ini tampil sebagai pendatang yang paling agresif, meski belum mampu menembus tiga besar. Dengan penjualan wholesales sebanyak 46.711 dan ritel mencapai 44.342 unit, BYD menempati posisi keenam, tepat di bawah Suzuki. Capaian tersebut bahkan melampaui sejumlah pemain lama dan meninggalkan merek China lainnya, Wuling, yang mencatatkan penjualan 20.607 unit. Semarak mobil imitasi China. Kehadiran sub-merek premium Denza di bawah payung BYD Group juga mulai memperkaya persaingan, dengan penjualan ritel mencapai 6.940 unit. Selain BYD, pabrikan China lain seperti Chery menunjukkan pergerakan yang cukup agresif dari sisi distribusi. Secara wholesales, Chery mencatatkan pengiriman 19.391 unit, meski realisasi penjualan ritelnya masih berada di kisaran 10.639 unit. Pendatang baru asal Vietnam, VinFast, juga mulai mencuri perhatian. Meski baru merintis pasar Indonesia, VinFast mampu mencatatkan wholesales 10.886 unit dan penjualan ritel 7.324 unit sepanjang 2025. Secara keseluruhan, periode 2025 menunjukkan dominasi merek Jepang masih sulit digoyahkan. Namun, penetrasi merek-merek China dan pemain baru lainnya menjadi sinyal lanskap industri otomotif nasional tengah bergerak menuju fase persaingan yang lebih dinamis, terutama seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik. Berikut 10 merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025: Wholesales 1. Toyota: 250.431 unit 2. Daihatsu: 130.677 unit 3. Mitsubishi Motors: 71.781 unit 4. Suzuki: 66.345 unit 5. Honda: 56.500 unit 6. BYD: 46.711 unit 7. Mitsubishi Fuso: 25.235 unit 8. Isuzu: 25.121 unit 9. Chery: 19.391 unit 10. Hyundai: 19.007 unit Retail sales 1. Toyota: 258.923 unit 2. Daihatsu: 137.835 unit 3. Honda: 71.233 unit 4. Mitsubishi Motors: 70.338 unit 5. Suzuki: 64.838 unit 6. BYD: 44.342 unit 7. Mitsubishi Fuso: 25.613 unit 8. Isuzu: 25.295 unit 9. Wuling: 20.607 unit 10. Hino: 19.664 unit Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang