Suara gredek saat sepeda motor matik mulai berjalan atau bunyi berdecit ketika berakselerasi kerap membuat pengendara khawatir. Meski terdengar seperti gangguan ringan, suara tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT). CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang mengatur rasio putaran mesin untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang. Sistem ini membuat motor matik dapat berakselerasi tanpa perpindahan gigi secara konvensional. Test ride All New Honda Vario 125 dan Vario 125 Street Seiring pemakaian, berbagai komponen di dalam CVT dapat mengalami penumpukan kotoran maupun keausan. Jika tidak dirawat, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan komponen lainnya. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bunyi gredek umumnya muncul ketika terjadi masalah pada proses gesekan antara kampas ganda dan mangkok kopling. “Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang,” ujar Wahyu, dalam keterangan resmi (17/8/2026). “Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” kata dia. Ilustrasi servis CVT motor matik Komponen Kotor Bisa Bikin Gredek Salah satu penyebab paling umum bunyi gredek adalah penumpukan debu di area CVT. Debu tersebut berasal dari sisa gesekan komponen dan dapat menempel pada kampas ganda maupun mangkok kopling. Akibatnya, daya cengkeram kampas terhadap mangkok menjadi berkurang sehingga proses penyaluran tenaga tidak berlangsung secara optimal. Selain kotor, permukaan mangkok kopling juga dapat menjadi licin atau mengilap (glazing) akibat panas berlebih. Kondisi ini membuat gesekan antara kampas ganda dan mangkok semakin tidak sempurna dan dapat memunculkan getaran serta bunyi gredek saat motor mulai bergerak. Honda PCX 160 RoadSync di Bali Penyebab lainnya adalah kampas ganda yang sudah aus. Gesekan yang terjadi secara terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau bahkan mengalami kondisi seperti terbakar. Kemampuan kampas untuk mencengkeram mangkok kopling pun ikut menurun. Sementara itu, bunyi berdecit dapat muncul ketika V-belt mulai mengalami masalah. Komponen tersebut dapat menjadi kering, getas, aus, atau licin sehingga selain menimbulkan suara, efisiensi penyaluran tenaga mesin juga dapat berkurang. “Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” kata Wahyu. Ilustrasi servis CVT motor matik Cara Mencegah CVT Motor Matik Gredek Untuk mencegah munculnya bunyi gredek dan menjaga performa CVT, pemilik motor matik perlu melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara berkala. Diler resmi menyarankan area CVT dibongkar dan dibersihkan dari debu serta kotoran setiap sekitar 2.000-5.000 kilometer, atau disesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan. Motor yang sering digunakan di lingkungan berdebu atau menghadapi kondisi jalan tertentu mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering. Selain pembersihan, kondisi komponen juga perlu diperiksa. Kampas ganda dan V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan sebaiknya segera diganti agar sistem transmisi dapat kembali bekerja secara optimal.