Suara gredek saat sepeda motor mulai berjalan atau bunyi berdecit ketika berakselerasi kerap membuat pengguna motor matik merasa khawatir. Meski terdengar sepele, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Jika tidak segera ditangani, performa kendaraan dapat menurun dan berpotensi memicu kerusakan pada komponen lain. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengatakan, suara berdecit tersebut dapat muncul karena kampas atau mangkok kopling kotor. “Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang," kata Wahyu dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026). CVT motor matik "Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek," ujarnya. Wahyu mengatakan, CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang mengatur rasio putaran mesin sehingga akselerasi terasa lebih responsif dan nyaman tanpa perpindahan gigi. "Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” ujarnya. Penyebab Meski pada umumnya suara gredek atau berdecit disebabkan oleh kondisi CVT yang kotor, terdapat beberapa faktor lain yang dapat memicu munculnya bunyi tersebut. 1. Penumpukan debu Sisa gesekan antarkomponen dapat menghasilkan debu yang menempel pada mangkok kopling maupun kampas ganda. Kondisi ini dapat mengurangi daya cengkeram komponen saat bekerja. CVT motor matik 2. Mangkok kopling licin Permukaan mangkok kopling dapat menjadi mengilap (glazing) akibat panas berlebih. Akibatnya, gesekan antara mangkok kopling dan kampas ganda menjadi tidak optimal. 3. Kampas ganda aus Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat membuat permukaan kampas ganda menipis atau mengalami kerusakan akibat panas. Kondisi tersebut membuat kemampuan kampas mencengkeram mangkok kopling menurun. 4. V-belt kering atau getas V-belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin juga dapat menimbulkan bunyi berdecit. Selain itu, kondisi tersebut dapat mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin. SKF Indonesia tawarkan pilihan bearing dan CVT Belt untuk segala kebutuhan di IMOS 2025. Merawat CVT Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, pemilik sepeda motor matik disarankan melakukan perawatan secara berkala. Pembersihan area CVT dapat dilakukan dengan membongkar dan membersihkan debu maupun kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000-5.000 kilometer. Interval tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan intensitas penggunaan kendaraan. Selain itu, komponen seperti kampas ganda dan V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan sebaiknya segera diganti agar sistem transmisi dapat kembali bekerja secara optimal.