Chery Tiggo 8 CSH (Chery Super Hybrid) menjadi salah satu Sport Utility Vehicle (SUV) Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pilihan keluarga Tanah Air yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan kabin yang luas. Salah satunya datang dari Yosef Rabindanata, pengguna Chery Tiggo 8 CSH tipe Premium yang berdomisili di Bogor, Jawa Barat. Yosef mengaku mulai memakai SUV tujuh penumpang tersebut sejak Oktober 2025. Menurut dia, keputusan memilih produk dari Chery ini didasari faktor kenyamanan hingga teknologi elektrifikasi yang ditawarkan. Kelebihan “Alasan untuk memilih Chery Tiggo 8 CSH ini pertama kali karena kenyamanannya, kabinnya lega dan nyaman dan pas ketika dikendarai. Kedua, karena ini juga tipe PHEV jadi itu merupakan nilai plus buat saya karena disamping dia memiliki mesin bensin mobil juga bisa jalan dengan listrik murni sejauh kurang lebih 90 Km,” ujar Yosef, kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2026). Ia menambahkan, konfigurasi tujuh penumpang menjadi nilai tambah karena mobil dapat dipakai membawa lebih banyak anggota keluarga saat dibutuhkan. Selama penggunaan beberapa bulan, Yosef menilai efisiensi menjadi keunggulan utama. Dengan baterai yang dapat diisi di rumah, mobil lebih sering dipakai dalam mode listrik untuk aktivitas harian. “Kelebihan yang saya rasakan selain kabinnya nyaman dan lega, juga karena irit. Fitur plug-in hybrid-nya bikin saya jarang isi bensin. Selama dari bulan Oktober sampai sekarang itu kurang lebih saya hanya 4 kali isi bensin full, sisanya hanya nge-charge di rumah gitu,” katanya. Chery Tiggo 8 CSH Menurut Yosef, pengisian daya semalaman sudah cukup untuk penggunaan harian sekitar 90 Km, termasuk antar-jemput anak sekolah. Saat baterai habis, mesin bensin akan menyala otomatis. Ia menyebut konsumsi BBM ketika mesin bensin bekerja berada di kisaran 19 km per liter (kpl) hingga 20 kpl. Kekurangan Dari kelebihannya, Yosef juga merasakan juga beberapa kekurangan. Salah satunya performa pendingin udara baris kedua yang dinilai kurang dingin saat penumpang terisi penuh. “Ketika baris kedua itu diisi itu terasa AC nya itu kurang dingin itu yang pertama,” kata Yosef. Selain itu, ia sempat mengalami fitur bantuan keselamatan aktif atau ADAS yang dianggap cukup sensitif. “Saya sempat punya dua kali pengalaman fitur ADAS-nya nyala tiba-tiba, yaitu front collision warning. Tiba-tiba berhenti, rem mendadak, ketika sedang jalan karena ada motor yang nyelonong langsung dari masuk. Menyelamatkan tapi agak sensitif dan kurang nyaman ketika digunakan di jalan Indonesia yang ramai,” kata Yosef. Catatan lain datang dari panoramic sunroof yang membuat suhu kabin terasa lebih hangat saat cuaca panas. Ia menilai penggunaan kaca film dapat menjadi solusi. Chery Tiggo 8 CSH Yosef juga merasakan setir sedikit miring ke kiri. Namun hal itu menurutnya bukan permasalahan yang berarti. "Saya tidak merasa itu mengganggu dan belum melakukan spooring dan balancing juga," kata Yosep. Pengalaman paling berkesan terjadi saat ban depan pecah ketika melintas di jalan tol pada dini hari. Ketiadaan ban serep membuatnya harus menunggu bantuan. “Saya punya pengalaman, ban saya pecah, di Cipali di km 140-an kalau tidak salah. Dan tidak ada ban serep jadi saya menghubungi pihak tol dan akhirnya pihak tol datang, tapi saya harus nunggu 2-3 jam,” ujarnya. Dalam kondisi tersebut, Yosef mengaku terbantu komunitas pengguna serta layanan bantuan pabrikan. Ia tergabung dalam komunitas Tiggo Owner Indonesia (Tigger.ID) yang aktif berbagi informasi. Menurutnya, layanan customer service 24 jam membantu mencarikan ban pengganti sementara hingga diarahkan ke toko ban terdekat. Ia kemudian memperoleh ban original pengganti di Semarang. “Komunitas Tigger.ID sangat membantu ketika terjadi keluhan atau hanya sekadar berbagi tips and trik. Sehingga bisa cepat ditangani ketika ada masalah,” kaya Yosef. Pengalaman Yosef menggambarkan bahwa teknologi PHEV menawarkan efisiensi dan kenyamanan untuk penggunaan harian, namun tetap menyisakan beberapa catatan yang perlu diperhatikan, terutama terkait fitur, pendingin kabin, hingga kelengkapan darurat seperti ban serep. Kesimpulan Plus : Kabin lapang, irit, teknologi PHEVMinus : AC kurang dingin apabila baris kedua diisi, ADAS terlalu sensitif, tidak ada ban serep KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang