Toyota Rangga mulai banyak dilirik pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan niaga dengan tampilan berbeda dari pikap kebanyakan. Salah satunya Rian Herawan, pengusaha bengkel otomotif, yang sudah menggunakan Rangga untuk menunjang aktivitas bisnisnya. Rian mengatakan, pilihannya jatuh ke Toyota Rangga bukan tanpa alasan. Dari sisi desain, mobil ini langsung mencuri perhatiannya. “Pilihan saya jatuh ke Rangga karena dari tampilan terlihat sangat gagah dan kokoh, sangat berbeda jauh dari tampilan pikap lainnya,” ujar Rian kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026). Selain desain, faktor teknis juga menjadi pertimbangan utama. Rangga dibekali mesin 1TR 2.000 cc yang menurutnya cukup responsif untuk kebutuhan angkut barang. Tak hanya itu, bak muatan yang lebar juga menjadi nilai tambah. Toyota Rangga Concept Pace Car Apalagi sejak 2025 lalu, Rian membuka beberapa cabang usahanya sehingga membutuhkan kendaraan pikap untuk mendistribusikan stok dari gudang ke toko-tokonya. “Jadi memang butuh mobil yang bisa diandalkan buat pengantaran barang,” kata dia. Selama menggunakan Toyota Rangga, Rian mengaku cukup puas dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan. Jadi Pusat Perhatian Menurutnya, tampilan mobil yang gagah dan kokoh membuat Rangga terlihat menonjol di jalan. “Selalu jadi pusat perhatian saat di jalan, mungkin karena mobil saya juga tidak standar,” ucapnya. Dari sisi performa, mesin 2.000 cc dinilai bertenaga, bahkan saat membawa muatan berat melewati tanjakan. “Mesinnya besar, mau angkut beban di tanjakan tetap enak,” tutur Rian. Kenyamanan juga menjadi poin plus. Ia menyebut kabin Rangga cukup lega untuk ukuran pikap, ditambah bak belakang yang lebar dan luas sehingga lebih fleksibel membawa berbagai jenis barang. Kemampuan manuver juga tak luput dari pujian. Radius putar yang pendek membuat mobil ini relatif mudah diputar balik di area sempit, seperti gang atau halaman toko. “Jadi enggak terlalu sulit kalau harus mutar di tempat sempit,” katanya. Toyota Hilux Champ resmi meluncur di Thailand Motor Expo (TME) 2023. Toyota Rangga versi Thailand ini digadang menjadi kendaraan niaga serbaguna yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Kekurangan Meski demikian, Rian mengakui Toyota Rangga bukan tanpa kekurangan. Salah satu yang paling terasa adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros dibanding pikap bermesin kecil. “Lebih boros dari pikap biasa, ya karena mesinnya 2.000 cc. Konsumsi bensinnya sekitar 1 (liter) banding 11 (Km),” ucapnya. Selain itu, ia juga menyoroti bagian transmisi, khususnya saat memindahkan gigi dari posisi netral ke mundur. “Kadang-kadang terasa agak susah, agak keras kalau mau masuk gigi mundur,” kata Rian. Secara keseluruhan, Toyota Rangga bisa dibilang menawarkan paket yang cukup seimbang untuk kendaraan niaga. Di satu sisi, tampilannya yang gagah, mesin bertenaga, bak muatan luas, kabin lega, serta manuver yang mudah menjadi nilai jual utama untuk menunjang aktivitas usaha harian. Namun di sisi lain, konsumsi BBM yang relatif lebih boros dan karakter perpindahan gigi mundur yang masih terasa keras menjadi catatan yang perlu dipertimbangkan calon pengguna. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang