Chery mengungkap target pasar J6T CSH yang diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sport utility vehicle (SUV) ini menyasar konsumen yang menginginkan sensasi berkendara mobil listrik, tetapi tidak lagi dibayangi kekhawatiran soal jarak tempuh. Vice Director Chery Business Unit Indonesia Budi Darmawan Jantania mengatakan, karakter konsumen kendaraan listrik terus berkembang. Tak sedikit pengguna yang membutuhkan mobil untuk aktivitas harian di dalam kota, tetapi juga mampu digunakan bepergian jarak jauh tanpa harus sering mengisi daya. "Tentunya masing-masing punya segmen tersendiri. Karena ada yang pengin beli EV yang lebih komuter di kota aja, tapi pengin juga yang sesekali dia pengin pergi jarak jauh lah ibaratnya gitu," kata Budi menjawab Kompas.com, saat peluncuran di GIIAS 2026. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 "Selama ini kami mendengarkan umpan balik dari konsumen kalau bisa dibikin lebih panjang tapi dengan karakter EV-nya tetap dominan. Bukan dominan ini memang 100 persen penggeraknya EV," katanya. "Tapi kita memberikan satu alternatif opsi dengan hybrid yang memang jadi jaraknya jadi sangat panjang," ujarnya. Sehingga menurutnya, J6T CSH jawaban buat konsumen yang menginginkan daya jelajah lebih jauh tanpa menghilangkan pengalaman berkendara layaknya battery electric vehicle (BEV). "Jadi konsumen yang ingin sensasinya EV tapi mereka enggak khawatir dengan jarak tempuh, karena range-nya hampir dua kali lipat dari yang EV," ujar Budi. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 Tetap Mengandalkan Motor Listrik Chery J6T CSH mengusung teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dengan sistem Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Pada sistem ini, roda digerakkan oleh motor listrik sedangkan mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan mengisi baterai saat kapasitas dayanya mulai berkurang. Konsep tersebut membuat karakter berkendara J6T CSH tetap menyerupai mobil listrik murni, mulai dari akselerasi instan, kabin yang senyap, hingga respons pedal yang halus. Mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda, sehingga sensasi berkendaranya tetap didominasi motor listrik. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 Chery mengeklaim kombinasi baterai dan tangki bahan bakar membuat daya jelajah J6T CSH bisa tembus 1.000 km. Mengurangi kekhawatiran saat melakukan perjalanan jarak jauh. Harga Masih Dirahasiakan Saat ini Chery masih membuka tahap pre-booking untuk J6T CSH. Meski demikian, perusahaan belum mengungkap harga resmi SUV elektrifikasi tersebut. "Harga belum masih pre-book. Akan diumumkan secepatnya," kata Budi.