Chery resmi meluncurkan J6T CSH pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadiran model ini menandai langkah baru Chery menawarkan pilihan SUV bergaya off-road dari keluarga Chery Super Hybrid (CSH). Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, mengatakan, model ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. “Hari ini kami mewjudkan hal itu dengan Chery J6T CSH. Kepercayaan konsumen lewat J6 mendorong kami menciptakan produk kami, dan sekaligus memperkuat lini Chery Super Hybrid,” kata Budi di ICE BSD, Tangerang (29/7/2026). Chery J6T CSH meluncur di GIIAS 2026 J6T CSH sebelumnya, telah lebih dulu diperkenalkan di Thailand dengan nama J6T REEV. Secara basis, mobil tersebut merupakan versi rebadge dari iCar 03T. Di Indonesia, Chery memilih menggunakan identitas J6T CSH agar selaras dengan strategi penamaan produk hybrid yang diterapkan pada sejumlah model sebelumnya. Strategi tersebut juga mempertegas arah pengembangan produk Chery di Indonesia. Jika sebelumnya J6 identik dengan SUV listrik murni, kini hadir varian penggerak baru. Budi belum merilis harga resmi, namun konsumen yang tertarik sudah bisa memesan alias pre book. “Harga belum, menyusul ya,” kata Budi. Eksterior Dari sisi desain, J6T CSH mempertahankan karakter kotak khas J6 yang menjadi ciri utamanya. Tampilannya mengusung nuansa SUV petualang dengan overfender tebal, bumper depan dan belakang yang didesain ulang, serta berbagai sentuhan eksterior yang membuat tampilannya lebih agresif dibandingkan J6 reguler. Chery J6T CSH meluncur di GIIAS 2026 Secara keseluruhan, proporsi bodinya tetap mempertahankan siluet boxy yang menjadi tren SUV bergaya off-road modern. Dibandingkan dengan J6 versi standar (narrow body), dimensinya lebih besar. Dimensi panjang 4.503 mm, lebar 1.950 mm, tinggi 1.785 mm, dan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.783 mm. Artinyai lebih panjang 97 mm, lebih lebar 40 mm, lebih tinggi 70 mm, serta memiliki wheelbase yang lebih melar 68 mm. J6T CSH dibekali mesin bensin 1.500 cc Turbo yang menghasilkan tenaga 154 tk dan torsi 220 Nm. Namun mesin ini tidak menggerakkan roda, melainkan bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) lansiran CATL berkapasitas 33,6 kWh.