Chery J6T Chery Super Hybrid (CSH) belum dipasarkan meski sudah diperkenalkan kepada publik pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sport utility vehicle (SUV) berteknologi Chery Super Hybrid (CSH) itu belum punya harga resmi. Pihak Chery masih mengumpulkan calon konsumen lewat masa "pre book." President Director Chery Group Indonesia Zeng Shuo mengatakan, peluncuran resmi sekaligus pengumuman harga akan dilakukan pada periode Oktober hingga Desember 2026. "Kita akan menjualnya pada kuartal empat untuk mobil ini. Sekarang kita sedang mempersiapkan perakitan lokal," kata Zeng Shuo di ICE BSD City, Tangerang. Zeng Shuo mengatakan, Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang akan memasarkan J6T CSH setelah Thailand. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 "Ini menjadi yang terbesar di J6 Series, dan juga menggunakan powertrain yang berbeda. Jadi kita kita tunggu pada kuartal empat untuk harga final," katanya. "Iya pada kuartal 4 kita akan lakukan peluncuran resmi untuk produk ini, kemudian memasok, dan memproduksi lokal," kata dia. "Sekarang kita sudah meluncurkan mobil ini di Thailand untuk pasar Asia Tenggara, selanjutnya Indonesia," ujarnya. Keluarga J6 J6T CSH diposisikan sebagai varian paling besar dalam keluarga J6. Model ini memiliki bodi yang lebih tinggi, dan menggunakan roda berukuran lebih besar. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 Berbeda dengan J6 dan J6T yang menggunakan sistem penggerak battery electric vehicle (BEV), J6T CSH mengandalkan teknologi range extended electric vehicle (REEV). Vice Director Chery Business Unit Indonesia Budi Darmawan Jantania mengatakan, J6T CSH dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara mobil listrik, tetapi tetap nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Chery J6T CSH di GIIAS 2026 Menurut Budi, tidak semua pengguna mobil listrik memiliki kebutuhan sama. Ada yang lebih banyak menggunakan kendaraan di dalam kota, tetapi sesekali membutuhkan mobil untuk bepergian ke luar kota. "Tentunya masing-masing punya segmen tersendiri. Karena ada yang pengin beli EV yang lebih komuter di kota aja, tapi pengin juga yang sesekali dia pengin pergi jarak jauh lah ibaratnya gitu," kata Budi. Konsumen Ia mengatakan, Chery banyak menerima masukan dari konsumen yang menginginkan daya jelajah lebih jauh tanpa menghilangkan karakter berkendara mobil listrik. "Selama ini kami mendengarkan umpan balik dari konsumen kalau bisa dibikin lebih panjang tapi dengan karakter EV-nya tetap dominan. Bukan dominan ini memang 100 persen penggeraknya EV," katanya. "Tapi kita memberikan satu alternatif opsi dengan hybrid yang memang jadi jaraknya jadi sangat panjang," ujarnya.