Perjalanan menuju tempat kerja pada pagi hari menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor, terutama di kota besar dengan lalu lintas padat. Keinginan tiba tepat waktu kerap membuat pengendara terburu-buru, bahkan mengambil risiko dengan memacu kendaraan atau menerobos lampu merah. Padahal, salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko kecelakaan adalah mengatur waktu keberangkatan agar tidak perlu tergesa-gesa di jalan. Hendrik Ferianto, instruktur safety riding PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, cara paling ampuh untuk menimimalisir kecelakaan di jalan ialah berangkat lebih pagi. "Salah satu tips supaya Anda tidak mengalami kecelakaan ketika berangkat kerja pagi hari itu sederhana. Tidak perlu membeli helm seharga puluhan juta rupiah, cukup berangkat lebih pagi. Ilustrasi perempuan naik motor pakai rok "Karena ketika berangkat pagi, saya mau tanya, apakah perlu ngebut? Tidak. Perlu naik trotoar? Tidak. Perlu menerobos lampu merah? Tidak,” kata Hendrik. Tidur Cukup Selain mengatur waktu keberangkatan, Hendrik mengingatkan pentingnya menjaga pola istirahat. Pengendara yang kurang tidur berisiko mengalami penurunan konsentrasi dan kewaspadaan saat berada di jalan. "Namun, jangan sampai kurang tidur juga. Jadi, jangan begadang malam sebelumnya," kata Hendrik. Kurang tidur dapat membuat pengendara lebih mudah mengantuk, lambat merespons perubahan kondisi lalu lintas, dan kesulitan mempertahankan fokus. Situasi ini berbahaya, terutama ketika harus menghadapi pengereman mendadak atau pergerakan kendaraan lain di tengah kemacetan. Kondisi Stasiun Palmerah padat merayap saat jam sibuk sekitar Pukul 18.20 WIB, Senin (3/8/2026). Ojek online menumpuk di bahu jalan. Hendrik juga menyoroti gaya hidup modern, terutama kebiasaan menggunakan media sosial, yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan keselamatan berkendara. "Itu juga menarik. Di era sekarang, gaya hidup, terutama media sosial, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan terkait angka kecelakaan di Indonesia," katanya. Penggunaan ponsel hingga larut malam dapat membuat waktu tidur berkurang. Akibatnya, pengendara berpotensi memulai perjalanan pagi dalam kondisi lelah atau mengantuk. "Cahaya kamera dan cahaya ponsel bisa memengaruhi kerja otak kita secara otomatis. Saya pernah membaca, mohon koreksi kalau salah, mata kita memiliki sistem yang ketika melihat matahari sore, langsung mengirimkan sinyal ke otak. ‘Sudah malam nih, Bro. Ngantuk, tidur, tidur,’" kata Hendrik "Begitu Anda melihat ponsel dan cahaya layarnya, respons tersebut bisa terganggu. Makanya, ada fitur yang namanya mode baca,” ujarnya. Arus lalu lintas di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan macet imbas pembongkaran JPO yang ditabrak truk pengangkut ekskavator, Selasa (14/7/2026)