Rem blong pada motor matik masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang kerap terjadi, terutama saat melintasi jalan turunan panjang dan curam. Banyak pengendara belum memahami teknik berkendara yang benar, seperti memanfaatkan engine brake dan mengatur penggunaan rem agar tetap aman. Kesalahan kecil seperti menutup gas sepenuhnya atau mengerem terus-menerus bisa meningkatkan risiko kehilangan kendali. Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan bahwa saat menuruni jalan curam, pengendara motor matik sebaiknya tidak menutup gas secara penuh. Ilustrasi berkendara di jalan menurun. "Jangan tutup gas semua. Tahan gas sedikit, supaya masih ada daya mesin, tujuannya supaya motor matik mendapat engine brake seperti pada motor sport atau bebek. Gunakan rem depan dan belakang juga untuk menahan agar motor tidak nyelonong," kata Agus kepada Kompas.com, belum lama ini. Agus menjelaskan, meski tidak memiliki gigi transmisi karena menggunakan sistem CVT, motor matik tetap memiliki efek engine brake asalkan pengendara tidak menutup gas sepenuhnya. "Motor matik masih mempunyai engine brake, bisa dilihat dari konstruksi pada driven pulley (kopling yang di area belakang). Saat kecepatan berkurang bagian drive dan driven terjadi gaya inersia buka tutup, sehingga membuat putaran mesin menjadi tertahan," katanya. Sementara itu, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani, mengatakan teknik pengereman motor matik untuk menghindari rem blong adalah tidak menggunakan salah satu rem saja. “Sedangkan Teknik yang lain berkaitan dengan pengoperasian sepeda motor khususnya rem adalah jangan sekali-kali hanya menggunakan salah satu rem saja,” ucap Victor kepada Kompas.com. Victor menambahkan, gaya pengereman yang keras dan terus-menerus saat di turunan harus dihindari, serta menjaga RPM agar tidak turun hingga habis. “Hal terakhir yang tak kalah penting adalah kita harus bisa memahami situasi dan mengendalikan diri, misalnya menepi sebentar jika dirasakan adanya penurunan kemampuan rem,” ucapnya. Victor menjelaskan, berhenti sejenak juga dapat membantu menurunkan temperatur sistem pengereman, sehingga mampu mencegah terjadinya rem blong. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang