Charger Super Cepat BYD GULIR UNTUK LANJUT BACA Sederhananya, ini berarti waktu ngecas mobil listrik bisa jauh lebih singkat, terutama untuk mobil dengan sistem kelistrikan tegangan tinggi. Dalam bocoran tersebut disebutkan, mobil bisa menambah jarak tempuh sekitar 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit. Charger ini dikabarkan punya tegangan maksimum 1.000 volt, dengan kapasitas listrik masuk sampai 2.100 kW agar tetap aman bagi jaringan listrik. Artinya, walau dayanya sangat besar, sistemnya tetap dirancang supaya tidak membebani gardu dan jaringan di sekitarnya.Dari sisi desain, stasiun ini memakai model huruf T dengan dua gun charger. Kabelnya sudah memakai sistem pendingin cair (liquid-cooled) sehingga tidak panas walau dialiri arus sangat besar. Ukurannya juga relatif ringkas, hanya sekitar 1,5 meter persegi. Menariknya, kapasitas penyimpanan energi di dalam stasiun disebut dua kali lebih besar dibanding generasi pertama. Ini membuat satu stasiun bisa melayani lebih dari 20 mobil secara bergantian tanpa penurunan performa.Sebagai pembanding, charger megawatt generasi pertama BYD yang diluncurkan Maret 2025 “hanya” mendukung 1.000 kW dan arus 1.000 ampere. Saat itu, BYD sudah mengklaim mobil bisa menambah jarak 400 kilometer dalam lima menit pengisian.Bocoran lain juga menyebut charger baru ini mendukung sistem tegangan lebar, mulai dari 500 sampai 1.000 volt. Bahkan, charger generasi lama disebut bisa ditingkatkan kemampuannya menjadi 500 kW lewat pembaruan sistem dual-gun dan pengaturan daya pintar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Hingga akhir 2025, BYD sudah memasang lebih dari 500 stasiun charger megawatt di lebih dari 200 kota di China. Tahun 2026, jaringan ini disebut akan diperluas lagi dengan konsep stasiun utama, satelit, dan komunitas.Meski informasinya sudah ramai beredar, BYD sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal spesifikasi charger 1.500 kW ini. Detail soal mobil apa saja yang bisa memanfaatkan teknologi ini juga belum dipastikan. Namun jelas, teknologi pengisian daya super cepat kini jadi ajang adu gengsi baru di industri mobil listrik China.