BYD kembali menegaskan ambisinya sebagai pemain besar di industri kendaraan listrik global. Melalui inovasi bernama BYD Megawatt Charging, pabrikan asal China itu memperkenalkan solusi pengisian daya super cepat yang diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara generasi baru, sekaligus menjawab kekhawatiran soal jarak tempuh yang selama ini menjadi momok pengguna mobil listrik. BYD menjelaskan bahwa Megawatt Charging merupakan teknologi yang mengintegrasikan Super E-Platform arsitektur 1000 volt dengan sistem pengisian berdaya besar, didukung baterai generasi terbaru dan motor listrik berputaran tinggi. Rangkaian teknologi ini dirancang untuk menghadirkan efisiensi, performa, dan kecepatan pengisian yang jauh melampaui standar kendaraan listrik saat ini. Inovasi berkelanjutan mendorong BYD menghadirkan teknologi pengisian daya super cepat BYD Megawatt Charging yang mengintegrasikan Super E-Platform sebagai solusi revolusioner untuk pengalaman kendaraan listrik generasi berikutnya. Teknologi Megawatt Charging menawarkan pengisian daya hingga 1 megawatt, yang memungkinkan pengisian selama 5 menit untuk menempuh jarak hingga 400 kilometer. Booth BYD Bila terealisasi di pasar massal, kemampuan ini berpotensi menghapus charging anxiety kekhawatiran pengguna EV kehabisan daya di tengah perjalanan. Tak hanya itu, BYD juga menyematkan motor listrik yang mampu berputar hingga 30.000 rpm, memungkinkan kendaraan mencapai kecepatan hingga 300 km per jam. Kombinasi antara arsitektur tegangan tinggi, teknologi baterai mutakhir, dan perangkat pengisian daya megawatt menjadikan Megawatt Charging sebagai salah satu lompatan teknologi terbesar BYD dalam lebih dari dua dekade perjalanan mereka di dunia elektrifikasi. Meski sudah diperkenalkan secara global, BYD memastikan teknologi tersebut sangat mungkin dibawa ke Indonesia. Namun, perusahaan masih melakukan kajian terkait kesiapan infrastruktur dan waktu peluncurannya. “Itu adalah jajaran teknologi yang sudah kami launching di global, dan sangat memungkinkan kita bawa ke Indonesia. Untuk kapannya, kami masih melakukan riset kapan bisa dibawa, dan ini adalah teknologi yang kami punya sendiri, jadi tidak ada kesulitan untuk dibawa sesegera mungkin,” ujar Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, di ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11/2025). Jika teknologi Megawatt-Charging masuk ke Tanah Air, maka ekosistem pengisian daya bisa berkembang lebih cepat dan membuat penggunaan mobil listrik semakin praktis bagi masyarakat. Dengan pengisian super cepat dan performa tinggi, kehadiran teknologi ini berpotensi membawa perubahan besar dalam mobilitas listrik di Tanah Air. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.