PT BYD Motor Indonesia akhirnya memberikan respons resmi terkait polemik merek dagang Denza yang belakangan menjadi sorotan publik. Produsen otomotif asal Tiongkok ini menegaskan bahwa dinamika hukum yang tengah berjalan saat ini tidak akan menyurutkan rencana mereka untuk membawa lini kendaraan premium tersebut ke pasar otomotif nasional. Sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik (EV) global, BYD mengakui bahwa setiap negara memiliki karakteristik hukum dan regulasi yang berbeda, terutama dalam hal pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI). Terkait sengketa yang terjadi, pihak BYD memberikan klarifikasi mengenai posisi mereka dalam menghadapi proses hukum tersebut. Merek Danza oleh BYD Company Limited "Kami menghormati proses hukum yang berlaku, namun proses ini belum berakhir. Kesimpulan terakhir bukan menjelaskan bahwa merek Denza bukan milik BYD, namun terjadi perbedaan subjek hukum yang dituju," tulis pernyataan resmi BYD. Lebih lanjut, perusahaan menyatakan keyakinannya terhadap sistem hukum Indonesia. Mereka juga memastikan bahwa hak atas penggunaan merek Denza di Indonesia sudah berada dalam genggaman mereka. "BYD percaya pada sistem hukum yang adil dan berimbang, dan saat ini kami masih mempelajari serta mempertimbangkan langkah selanjutnya, namun dipastikan untuk merek Danza kita sudah pegang di indonesia," tulis keterangan resmi BYD. Modifikasi Denza D9 BYD menyadari bahwa masuknya mereka ke Indonesia membawa tantangan tersendiri. Sebagai perusahaan global, mereka memandang situasi ini sebagai proses belajar dalam memahami ekosistem investasi dan regulasi di Tanah Air. "Secara global, BYD merupakan pemegang hak atas merek Denza yang telah diakui di berbagai negara. Situasi seperti ini merupakan bagian rentan ditemui dalam memasuki pasar baru, sehingga ini sekaligus pengenalan bagi kami terkait dinamika investasi di Indonesia," lanjut pernyataan tersebut. Denza B5 di BCA Expoversary 2026 BYD berusaha menenangkan calon konsumen dan pemangku kepentingan di tengah situasi ini, bahwa fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan industri otomotif nasional melalui inovasi teknologi yang nyata. "Namun demikian, hal ini tidak mengubah komitmen kami di Indonesia. BYD akan tetap berkontribusi dengan produk & teknologi NYATA dan terbukti memberikan nilai tambah bagi Industri nasional," tulis pernyataan resmi BYD. Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan spekulasi di kalangan konsumen maupun pengamat otomotif terkait kelangsungan operasional Denza di Indonesia dapat terjawab. Fokus BYD saat ini diperkirakan tetap pada penguatan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari infrastruktur hingga layanan purna jual yang berkelanjutan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang