Sebuah tayangan siaran langsung (live streaming) yang memperlihatkan aksi pembongkaran Blade Battery generasi kedua milik BYD mendadak viral dan memicu perdebatan hangat di jagat maya Tiongkok. Dikutip dari Carnewschina.com, Senin (18/5/2026), aksi yang diinisiasi oleh sekelompok blogger otomotif tersebut terbilang ekstrem. Mereka menghabiskan waktu sekitar enam hingga delapan jam hanya untuk membedah satu unit paket baterai. Bukan menggunakan peralatan khusus pabrikan, tim tersebut justru mengandalkan perkakas listrik komersial yang biasa ditemukan di bengkel bangunan, mulai dari gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi. Blade Battery 2.0 buatan BYD dibongkar paksa tim blogger Tiongkok Berawal dari Polemik Fast Charging Aksi nekat ini sebenarnya dipicu oleh diskusi daring yang berkembang sebelumnya terkait teknologi pengisian daya cepat (fast charging) milik raksasa EV asal Tiongkok tersebut. Sebelumnya, sempat ada siaran langsung yang menguji suhu baterai BYD saat pengisian daya berkecepatan tinggi. Hasil uji coba tersebut rupanya memantik rasa penasaran sekaligus perdebatan di kalangan warganet mengenai material dan sistem keamanan baterai BYD. Berdasarkan rekaman video dan tangkapan layar yang beredar luas di media sosial, proses pembedahan ini berlangsung sangat alot. Netizen Tiongkok bahkan menjuluki aksi ini sebagai "pembongkaran brutal" karena metode yang digunakan dinilai sangat kasar. Blade Battery 2.0 buatan BYD dibongkar paksa tim blogger Tiongkok Disebutkan bahwa tim tersebut membutuhkan waktu hampir delapan jam sampai akhirnya bisa menyentuh sel baterai individual di bagian dalam. Menariknya, meski paket baterai dihantam dan dipotong berulang kali dengan gerinda yang memicu percikan api, para penonton mencatat tidak ada asap ataupun kobaran api yang muncul dari dalam baterai. Hal ini langsung menjadi sorotan utama pemirsa. Blade Battery 2.0 buatan BYD dibongkar paksa tim blogger Tiongkok Kolom komentar siaran langsung tersebut pun langsung dibanjiri analisis dari warganet. Mayoritas dari mereka kagum dengan kekokohan struktural baterai Blade generasi teranyar ini. Diskusi kemudian melebar membahas metode penyegelan (sealing), material termal, hingga penguatan sasis baterai yang dinilai sangat solid. Sepanjang proses pembongkaran yang melelahkan itu, tim blogger dilaporkan hanya menemukan catatan minor terkait kosmetik pabrikan, seperti pengaplikasian lem perekat yang kurang rata di beberapa titik. Blade Battery 2.0 buatan BYD dibongkar paksa tim blogger Tiongkok Namun, aksi ini tidak lepas dari kecaman. Sejumlah pengamat otomotif di Tiongkok menyayangkan aspek profesionalisme dan prosedur keselamatan (safety) yang diabaikan selama siaran berlangsung. Para kritikus menyoroti risiko fatal dari pembongkaran baterai kendaraan listrik bertegangan tinggi tanpa dilengkapi alat pelindung isolasi yang memadai. Selain itu, di area kerja para blogger juga sama sekali tidak terlihat adanya alat pemadam api ringan (APAR) sebagai antisipasi jika terjadi korsleting atau ledakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang