BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan inovasi teknologi dan engineering melalui penyelenggaraan BINUS Engineering Week 2026 di BINUS @Kemanggisan, Jakarta. Mengusung tema “Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, engineer, industri, hingga pemerintah dalam membahas solusi teknologi masa depan, termasuk untuk sektor otomotif dan mobilitas berkelanjutan. Di tengah percepatan transformasi industri global, isu seperti artificial intelligence (AI), Industry 5.0, green economy, elektrifikasi kendaraan, hingga sustainability kini menjadi perhatian utama berbagai sektor, termasuk industri otomotif. Kegiatan ini menyoroti bagaimana peran engineering dapat mendukung pengembangan teknologi kendaraan yang lebih efisien, cerdas, dan ramah lingkungan. Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa engineering kini tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem dan teknologi, tetapi juga bagaimana menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat dan industri. ““Engineering bukan hanya tentang membangun sistem, tetapi juga membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujar Nelly dalam pembukaan BINUS Engineering Week 2026, dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026). Selama 45 tahun perjalanan BINUS University, kampus tersebut terus mendorong pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan industri masa depan. Hal ini juga relevan dengan perubahan besar di sektor otomotif yang kini bergerak menuju kendaraan listrik, sistem berbasis software, hingga integrasi AI pada kendaraan modern. Melalui Faculty of Engineering yang terdiri dari program Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Bio Technology, Computer Engineering, dan Industrial Engineering, BINUS menampilkan berbagai karya inovatif mahasiswa yang dirancang untuk mendukung transformasi industri modern. Beberapa inovasi yang dipamerkan juga berkaitan dengan efisiensi industri, smart system, teknologi berbasis AI, hingga solusi engineering yang mendukung pengembangan mobilitas cerdas dan berkelanjutan. Dalam konteks industri otomotif, penerapan AI dan engineering modern kini semakin luas, mulai dari pengembangan autonomous driving, predictive maintenance, efisiensi rantai produksi kendaraan, hingga teknologi smart manufacturing di pabrik otomotif berbasis Industry 5.0. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra industri strategis seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Alamtri Minerals Indonesia, PT Propan Raya ICC, dan PT Kapal Api Global. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi riset dan implementasi teknologi di dunia nyata. Melalui forum ini, BINUS University berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan ide inovatif dengan implementasi nyata di berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Selain menjadi forum akademik, acara ini diharapkan dapat melahirkan berbagai solusi engineering baru yang relevan dengan transformasi industri global dan perkembangan teknologi kendaraan masa depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang