Mercedes-Benz menyebut biaya produksi kendaraan di Jerman tidak kompetitif bila dibandingkan dengan standar internasional. Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah tingginya biaya tenaga kerja. Pernyataan tersebut disampaikan Mercedes-Benz pada Selasa (22/9/2026). Salah satu petinggi perusahaan memperingatkan pekerja bahwa dua pabrik di Jerman berpotensi ditutup jika biaya produksi tidak ditekan. Mercedes-Benz mengatakan tetap ingin mempertahankan pabrik sekaligus lapangan kerja di Jerman. “Namun, untuk melakukan hal tersebut, kami membutuhkan kondisi yang dapat meningkatkan produktivitas di Jerman,” kata Mercedes-Benz dikutip dari Reuters, Rabu (23/9/2026). Mercedes-Benz Sebelumnya, pada Senin (21/9/2026), Kepala Produksi Mercedes-Benz Michael Schiebe menyampaikan hal serupa kepada para pekerja di pabrik Sindelfingen. Pabrik tersebut telah beroperasi selama 111 tahun. Schiebe mengatakan, penutupan pabrik dapat terjadi apabila perusahaan tidak mampu menurunkan biaya produksi. “Tujuan utama kami adalah mempertahankan seluruh lokasi kami di Jerman,” kata Schiebe. Menurut dia, target tersebut membutuhkan komitmen bersama untuk menjalankan berbagai langkah penghematan biaya. “Jika kita tidak mampu melakukan hal tersebut, kita harus menutup satu pabrik perakitan dan satu pabrik powertrain di Jerman,” ujarnya. Teaser foto Mercedes Benz GLA facelift 2017. Para Pekerja Pernyataan mengenai potensi penutupan pabrik tersebut mendapat penolakan dari perwakilan pekerja Mercedes-Benz. Juru bicara dewan pekerja pusat Mercedes-Benz mengatakan, ancaman penutupan pabrik bukan merupakan cara untuk menentukan masa depan perusahaan. “Ancaman penutupan pabrik bukanlah cara untuk menentukan masa depan. Siapa pun yang menggunakan ancaman seperti itu harus menghadapi perlawanan tegas dari kami,” kata juru bicara dewan pekerja pusat Mercedes-Benz," kata juru bicara. “Jika jajaran manajemen berpikir dapat menekan karyawan dengan ultimatum ‘konsesi atau penutupan pabrik’, jawaban kami jelas, ‘tidak selama kami masih di sini’,” katanya. Suasana dalam kabin diseting menyerupai kokpit pesawat Tekanan Pertemuan dengan pekerja Mercedes-Benz berlangsung di tengah aksi demonstrasi nasional yang digelar serikat pekerja IG Metall. Puluhan ribu pekerja industri otomotif Jerman turun ke jalan untuk memprotes gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sektor tersebut. Industri otomotif Jerman saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah. Salah satunya bersaing dengan merek asal China yang memiliki biaya lebih rendah, sementara di sisi lain menghadapi kenaikan tarif Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat produsen otomotif di Jerman melakukan berbagai upaya untuk menekan biaya dan meningkatkan produktivitas agar tetap kompetitif di pasar global.