Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di malam hari kerap menjadi pilihan, karena dianggap lebih lengang dan nyaman. Namun, sebenarnya perjalanan jauh di malam hari juga berisiko, khususnya ketika terjadi kendala di tengah perjalanan, seperti ban kempis, mogok dan sejenisnya. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan perjalanan jauh pada malam hari bisa menjadi pilihan tepat bagi pengemudi yang sudah terbiasa. “Idealnya ya jalan saat terang, karena lebih mudah minta pertolongan saat ada masalah di perjalanan, perjalanan malam bagi sebagian orang juga bisa memberatkan, maka perlu disesuaikan dengan kemampuan,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Perjalanan malam kondisinya cenderung gelap, seperti yang diketahui tak semua ruas jalan memiliki sistem penerangan yang optimal. “Secara visibilitas, terang memungkinkan dapat melihat banyak hal, sehingga perjalanan menjadi lebih aman, selain itu respons tubuh tubuh terhadap siang adalah waktu beraktifitas, jadi akan menjadi lebih siap bagi pengemudi,” ucap Sony. Gerbang tol Merak menjadi gerbang pemudik yang menuju Sumatera maupun Jawa pada saat arus mudik. Rabu (26/3/2025).Sebanyak 3,3 juta kendaraan melintas pada periode arus mudik -balik lebaran 2025. Sedangkan malam, menurut Sony, aktivitas masyarakat di jalan cenderung sepi. Hal itu membuat jalanan lengang, tapi rawan terjadi tindak kriminal. “Bila terjadi masalah di perjalanan malam hari, kita akan kesulitan minta pertolongan, karena kondisi jalan cenderung lebih sepi, dan perlu diwaspadai malam hari cenderung lebih banyak tindak kejahatan,” ucap Sony. Perjalanan malam hari, menurut Sony juga cukup memberatkan bagi sebagian orang yang berkaca mata, karena musuh utamanya adalah sorot lampu kendaraan lain dari arah berlawanan. “Perjalanan malam bisa menyilaukan, sehingga bagi sebagian orang akan memberatkan, hal ini juga perlu jadi pertimbangan,” ucap Sony. Jadi, perjalanan malam hari memiliki sejumlah risiko seperti bila terjadi kendala lebih susah mencari pertolongan, silau dari lampu kendaraan lain, dan rawan tindak kriminal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang