Rencana penerapan bensin dengan campuran etanol 20 persen atau E20 perlu didahului pengujian terhadap kendaraan yang sudah beredar di Indonesia. Sekretaris Kompartemen Pengembang Industri di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Abdul Rohim mengatakan, tidak semua kendaraan saat ini siap menggunakan E20. “Untuk E3 dan E5 bisa digunakan pada semua kendaraan yang ada saat ini," katanya di dalam acara IndoEBTKE ConEx 2026, Jakarta, Kamis (3/9/2026). "Untuk E10, sebagian besar brand saat ini sudah bisa menggunakan sampai E10 tanpa adanya perubahan atau modifikasi yang signifikan," katanya. Sedangkan untuk E20, membutuhkan perhatian lebih karena sejumlah komponen kemungkinan harus diubah agar sesuai dengan spesifikasi bahan bakar tersebut. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku per 10 Juni. "Untuk E20, sebagian besar brand saat ini belum bisa menggunakan campuran etanol 20 persen atau E20 dikarenakan banyak komponen yang harus diubah atau dimodifikasi agar bisa menggunakan (komplai) dengan E20," katanya. "Untuk kendaraan yang menggunakan E85 dan E100 haruslah didesain khusus atau didedikasi Flexy fuel," ujar Abdul Rohim. Perlu Uji Jalan Abdul Rohim meminta adanya pengujian ketat yang dilakukan sebelum pemerintah menetapkan penggunaan campuran etanol di atas 5 persen secara mandatori. Pengujian perlu dilakukan secara statis dan dinamis untuk mengetahui spesifikasi bahan bakar yang dapat diterima kendaraan yang sudah beredar. "Sebelum menetapkan mandatorium biotiner lebih dari 5 persen, sebaiknya dilakukan pengujian dahulu, baik statis maupun dinamis, untuk membuat atau menetapkan spesifikasi ban bakar yang bisa diterima kendaraan yang sudah beredar saat ini," katanya. Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. "Dengan konfirmasi akhir berupa road test yang diikuti oleh seluruh stakeholder yang terkait,” ujarnya. Langkah tersebut diperlukan agar penerapan E20 tidak hanya melihat kesiapan bahan bakarnya, tetapi juga memastikan kendaraan yang sudah digunakan masyarakat dapat menggunakannya sesuai spesifikasi. Target E20 Pemerintah sebelumnya menargetkan pencampuran etanol sebesar 20 persen pada bensin atau E20 dapat mulai diterapkan pada 2028. Kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya bensin. Antrean BBM di SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur usai viral karena menginformasikan stok BBM Pertalite habis menggunakan suara mirip Presiden Prabowo dan Jokowi, pada Kamis (3/9/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, penerapan E20 terinspirasi dari program mandatori biodiesel yang saat ini telah mencapai B40, yakni pencampuran 40 persen bahan bakar berbasis minyak sawit dengan solar.