Jaringan diler menjadi ujung tombak bagi sebuah pabrikan otomotif untuk menjangkau sekaligus menjaga kepercayaan konsumen. Bagi TVS Motor Company Indonesia, memperluas jaringan purnajual bukan sekadar mengejar kuantitas di atas kertas, melainkan membangun fondasi bisnis yang matang berkaca pada pengalaman sejarah mereka. Meskipun terkesan konservatif dalam menambah titik diler, pabrikan asal India ini menegaskan bahwa mereka tengah bergerak maju dengan strategi yang lebih terukur demi menjaga keberlangsungan bisnis para mitra diler mereka. Impresi Perdana TVS All New Callisto 110, Lincah buat Perkotaan Belajar dari Masa Lalu dan Jaga Komitmen Produk Ryan Rahadian, Head of Marketing TVS Motor Company Indonesia, mengungkapkan bahwa langkah TVS saat ini didasari oleh banyak evaluasi dari perjalanan mereka di tanah air. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, TVS justru mengklaim fokus ekspansi diler mereka sedang berjalan dengan sangat aktif, yang dibarengi dengan peluncuran produk secara konsisten. "Kita banyak belajar dari masa lalu. Lima tahun terakhir banyak berekspansi khususnya di diler. Dari sisi kita, kita komitmen untuk mengeluarkan produk terus," ujar Ryan saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Mencari Mitra yang Berpengalaman dan Tahan Banting TVS menyadari bahwa jangkauan diler yang luas memang sangat dibutuhkan untuk mempermudah konsumen. Namun, TVS menetapkan standar yang tinggi bagi siapa saja yang ingin membuka jaringan diler resmi mereka, dengan mengutamakan aspek pengalaman dan daya tahan di industri otomotif. Saat ini, sebagai basis utama pasar di area metropolitan, TVS tercatat sudah mengamankan delapan titik diler resmi yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. "Pasti, the more the merrier. Kita memastikan diler yang kita buka harus punya pengalaman, tahan banting. Kita memastikan diler itu partner dan itu harus lama. Untuk berapa banyak, kita tambah terus tapi dengan kualitas diler yang makin baik," kata Ryan. Deretan Produk Baru TVS di Jakarta Fair Kemayoran 2026 Prioritaskan Profitabilitas Jangka Panjang Lebih lanjut, Ryan menekankan bahwa sebuah diler tidak akan bisa bertahan lama melayani konsumen jika secara ekosistem bisnis tidak menghasilkan keuntungan yang sehat. Oleh karena itu, strategi utama TVS bukan sekadar memaksa diler untuk buka, melainkan memastikan bahwa setiap diler yang bermitra dengan mereka mendapatkan tingkat profitabilitas yang menjanjikan. "Namanya juga bisnis, harus untung. Kalau untungnya kurang kan juga susah. Makanya kita berusaha sebaik mungkin untuk memberikan profitabilitas terbaik untuk diler-diler kita," pungkasnya.