Istilah cat oven kerap dianggap sebagai standar terbaik dalam perbaikan bodi mobil. Tak sedikit pemilik kendaraan yang beranggapan bahwa hasil pengecatan dengan metode oven pasti lebih bagus dibandingkan pengecatan biasa. Perbedaan utama antara keduanya bukan hanya terletak pada proses pemanasan setelah cat diaplikasikan, tetapi juga pada fasilitas ruang pengecatannya. Ruangan khusus yang lebih tertutup membuat proses pengecatan dengan sistem oven mampu meminimalkan kontaminasi debu sehingga hasil akhir cat cenderung lebih rapi. ACM Body Repair Sementara itu, pengecatan biasa dilakukan tanpa ruang oven. Proses pengeringannya mengandalkan suhu ruangan atau bantuan alat pengering. Pemilik ACM Body Repair di Serpong, Tangerang Selatan, Reynaldi, mengatakan, perbedaan paling mencolok antara pengecatan oven dan biasa berada pada ruang pengerjaannya. "Bedanya ada di ruangannya. Kalau yang memakai oven, ruangannya lebih bersih karena punya ruang khusus. Lantainya juga bersih, ada lampu, dan ada sumber panasnya," kata Aldi yang ditemui Kompas.com, belum lama ini. Steril Menurut Aldi, ruang pengecatan yang lebih steril membuat risiko debu menempel pada permukaan cat menjadi lebih kecil selama proses berlangsung. ACM Body Repair "Jadi bedanya, kalau pakai oven memang prosesnya lebih bersih. Kalau tidak, kendalanya biasanya hanya debu," ujarnya. Meski demikian, Aldi menegaskan bahwa bengkel yang tidak memiliki fasilitas oven tetap dapat menghasilkan pengecatan berkualitas selama kebersihan area kerja dijaga dengan baik. "Tapi meskipun ruangan bukan oven, tetap mengutamakan kebersihan, termasuk saat proses pengecatan. Karena kalau ada debu, pelanggan juga pasti tidak mau hasilnya kurang bagus," katanya. Tetap Maksimal Menurutnya kualitas hasil pengecatan tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan oven. ACM Body Repair Persiapan permukaan, teknik penyemprotan, kualitas material cat, hingga kebersihan ruang kerja juga memiliki peran besar dalam menentukan hasil akhir. Karena itu, bengkel yang menerapkan standar pengerjaan dengan baik tetap dapat menghasilkan permukaan cat yang rapi dan tahan lama meski menggunakan metode pengecatan non oven. Sebagai bentuk jaminan kualitas, bengkel biasanya memberikan garansi untuk setiap pekerjaan perbaikan bodi dan pengecatan yang dilakukan. "Kami juga selalu memberikan garansi kepada pelanggan yang memperbaiki bodi dan melakukan pengecatan kendaraan. Garansinya satu tahun. Jadi setiap pekerjaan ada garansinya," katanya.