— Pengendara yang menghadapi keterbatasan stok BBM bisa saja harus menggunakan bahan bakar yang berbeda dari biasanya. Dalam kondisi tertentu, sisa BBM di tangki kemudian dicampur dengan BBM lain agar mobil tetap bisa digunakan. Kondisi seperti ini menjadi perhatian di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel). Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU karena masyarakat harus mencari BBM yang masih tersedia. Persoalannya, apakah mencampur BBM berbeda merek atau jenis aman bagi mesin mobil? Ilustrasi tangki bbm pada mobil Pemilik Bengkel Kafka, Kamal, mengatakan jika terpaksa pencampuran BBM tidak serta-merta membuat mesin mengalami kerusakan. Menurut dia, efeknya pun tidak selalu langsung terasa oleh pengguna. campur dan beda-beda merek juga enggak masalah. Kalau ada efek, mungkin jangka panjang dan tidak terlalu signifikan, jadi Insya Allah enggak akan masalah,” kata Kamal kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2026). Dalam kondisi kelangkaan seperti yang terjadi Sulsel, pengendara tentu tidak selalu memiliki banyak pilihan. Setelah kondisi pasokan kembali normal, pemilik kendaraan sebaiknya kembali menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Kandungan aditif Meski demikian, mencampur BBM bukan berarti tidak memiliki konsekuensi sama sekali. Setiap produk BBM dapat memiliki karakteristik dan kandungan aditif yang berbeda. Ilustrasi BBM dengan campuran etanol Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto mengatakan, beberapa jenis BBM memiliki zat aditif tertentu, sedangkan produk lainnya tidak. “Perlu diketahui, beberapa jenis bahan bakar ada yang mengandung zat aditif dan tidak, misal Pertamax Turbo (RON 98) ada aditif dengan fungsi deterjen, anti oksidan, antikorosi, dispersant, demulsifier, sementara Pertalite tidak,” ucap Tri kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Tri, perbedaan antara BBM dengan kualitas berbeda bukan hanya mengenai angka oktan atau Research Octane Number (RON). Kandungan aditif juga menjadi salah satu pembeda. Aditif tertentu pada BBM memiliki fungsi untuk membantu menjaga kebersihan komponen mesin, mencegah korosi, serta mengurangi pembentukan endapan hasil pembakaran. Antrean pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina, Padjajaran Bogor Deposit Ketika BBM dengan kandungan aditif berbeda dicampurkan, komposisi aditif yang masuk ke dalam mesin juga berubah. Tri mengatakan, kondisi tersebut justru dapat meningkatkan risiko terbentuknya deposit atau endapan karbon dibandingkan penggunaan BBM secara bergantian. “Kalau bahan bakar dengan zat aditif dicampur dengan yang tidak ada, itu justru akan menimbulkan deposit lebih parah jika dibandingkan dengan bahan bakar tanpa zat aditif sama sekali, sedangkan kalau gonta-ganti jenis bahan bakar itu berbeda hal,” ucap Tri. Deposit karbon dapat terbentuk dari sisa proses pembakaran. Jika menumpuk dalam jangka panjang, endapan tersebut berpotensi mengganggu kinerja mesin. Namun, efeknya tidak selalu langsung dirasakan setelah satu atau dua kali mencampur BBM. Karena itu, dalam kondisi normal, penggunaan BBM secara konsisten sesuai rekomendasi pabrikan tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kondisi mesin.