Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah membuat sebagian pemilik kendaraan memilih menyimpan BBM cadangan untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkan bahan bakar saat dibutuhkan. Namun, pemilik kendaraan perlu memperhatikan cara menyimpan BBM cadangan di dalam kendaraan, termasuk jenis bahan bakar yang digunakan. Sebab, BBM yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kualitas sehingga perlu diperhatikan sebelum digunakan kembali. Kamal, pemilik Bengkel Kafka, mengatakan, menyimpan BBM cadangan di kendaraan masih aman jika dilakukan dalam jangka waktu tertentu. EPN menerjunkan lebih dari 500 Awak Mobil Tangki (AMT) di Makassar “Kalau simpan cadangan di kendaraan aman, bisa sampai 6 bulan kalau tidak dipakai,” ucapnya kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2026). Menurut Kamal, BBM jenis diesel dapat disimpan lebih lama dibandingkan bensin, karena berkaitan dengan karakteristik bahan bakar diesel yang berbeda dengan bensin serta konstruksi mesin yang digunakan. “Diesel bisa lebih lama lagi, karena sifat bbm jenis diesel itu seperti minyak dan mesin diesel berbeda dengan mesin bensin,” ucapnya. Sementara itu, Kamal mengatakan, masa simpan BBM jenis bensin tidak selalu terbatas hingga enam bulan. Durasi penyimpanan dapat berbeda, tergantung pada kualitas dan kondisi BBM selama disimpan. “Dan 6 bulan untuk jenis bensin bukan angka pasti, terkadang bisa lebih lama atau malah lebih cepat tergantung kualitas BBM-nya,” ucapnya. Oleh karena itu, pemilik kendaraan yang menyimpan BBM cadangan sebaiknya tetap memperhatikan kualitas bahan bakar dan kondisi penyimpanannya agar BBM tidak mengalami penurunan kualitas sebelum digunakan.