Di tengah krisis minyak akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah memberlakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pembatasan BBM subsidi juga diberlakukan di negara tetangga, Malaysia. Perbedaan pembatasan pembelian BBM kedua negara ini berbeda jauh sekali.Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar dibatasi. Pemerintah memberlakukan pembatasan BBM Pertalite (RON 90) untuk mobil pribadi 50 liter per hari. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pembelian BBM subsidi hanya melalui barcode MyPertamina dan dibatasi maksimal 50 liter per hari."Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan," ujar Airlangga dalam konferensi pers online, Selasa (31/3/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembatasan pembelian BBM subsidi ini hanya berlaku untuk kendaraan roda 4 pribadi. Pembatasan BBM subsidi 50 liter sehari tidak berlaku untuk angkutan umum."Untuk 50 liter tadi, yang untuk per mobil, itu tidak berlaku untuk angkutan truk-truk. Truk kan harus lebih banyak atau angkutan bus itu pasti lebih dari itu, standarannya itu," tutur Bahlil.Jika dikalikan sebulan, berarti satu kendaraan pribadi 'hanya' boleh membeli 1.500 liter Pertalite.Pembatasan BBM di Malaysia: RON 95 Dijatah 200 Liter Per BulanPembatasan BBM subsidi juga diberlakukan di Malaysia. Hanya, jatah BBM subsidi di Malaysia lebih sedikit dibanding Indonesia.Sama seperti Indonesia, Malaysia juga menahan harga BBM subsidi. Bensin RON 95 subsidi di Malaysia dijual 1,99 ringgit (Rp 8.000-an) per liter.Di negeri jiran, kuota BBM subsidi jenis bensin RON 95 yang sebelumnya 300 liter per bulan per pengguna, akan dibatasi menjadi 200 liter per bulan.Jika dirata-rata, maka per hari cuma dijatah 6,5 liter. Atau 45,6 liter per minggu. Angka ini jauh lebih sedikit dibanding pembatasan Pertalite yang berlaku di Indonesia.Bagaimana jika ada kendaraan melebihi kuota yang sudah ditetapkan sebanyak 200 liter per bulan? Apakah masih bisa beli BBM? Jawabnya, bisa. Namun disebutkan, pembelian setelah kuota 200 liter tersebut habis maka akan dikenakan harga nonsubsidi.BBM jenis bensin RON 95 yang tidak disubsidi dikenakan harga sebesar 3,87 ringgit (Rp 16.267) per liter.Kepala Ekonom CGS International Securities Malaysia, Nazmi Idrus mengatakan bahwa penyesuaian kuota BBM subsidi lebih baik ketimbang kenaikan harga RON 95 secara luas."Media melaporkan bahwa 90% konsumen menggunakan kurang dari 200 liter bahan bakar sehingga mayoritas masih terlindungi," tutur Nazmi.Di sisi lain, kendaraan yang digunakan untuk e-hailing atau taksi online yang memenuhi syarat dapat menikmati kuota lebih banyak. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, seperti dikutip media lokal Malaysia Paultan, mengatakan pengemudi e-hailing yang memenuhi syarat dapat jatah 800 liter BBM subsidi per bulan.