CEO Aprilia, Massimo Rivola, menilai motor Aprilia RS-GP saat ini menjadi acuan untuk performa aerodinamika di MotoGP. Pada GP Portugal, Bezzecchi tampil sangat kuat dengan mengalahkan Alex Marquez dari tim Gresini Ducati. Menariknya, motor Ducati pabrikan justru finis paling tinggi di posisi kedelapan. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mengucapkan selamat langsung kepada Francesco Bagnaia Dari hasil itu, Rivola mengatakan performa Aprilia menunjukkan bahwa motornya unggul dalam hal aerodinamika. “Saya rasa kami terus berkembang,” kata Rivola dilansir dari Crash, Rabu (12/11/2025). “Trek yang cepat masih menjadi keunggulan kami, mungkin karena dari sisi aerodinamika kami jadi acuan. Semakin cepat motornya, semakin besar downforce yang dihasilkan. Jadi mungkin itu salah satu faktornya,” ujarnya. Meski begitu, Rivola tetap mengakui bahwa Ducati masih menjadi motor terbaik secara keseluruhan. Namun, ia menilai jarak antar pabrikan saat ini sudah sangat tipis. “Kalau dilihat sekarang, semua pabrikan bekerja dengan sangat baik. Perbedaannya kecil sekali. Jadi faktor manusia, terutama kerja sama antara pebalap dan tim, sekarang jadi hal yang paling penting,” ucapnya. Menurut Rivola, hal itu juga menjadi alasan mengapa kerja sama antara tim Aprilia dan Marco Bezzecchi berjalan sangat solid musim ini. Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Meski persaingan semakin ketat, Ducati tetap mendominasi musim 2025. Dari 21 seri yang sudah digelar, Ducati hanya dua kali mencetak poin di bawah 30 dan hanya sekali gagal memenangkan sprint atau balapan utama sepanjang musim ini. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.