Membersihkan ruang mesin mobil menjadi salah satu cara yang dilakukan pemilik kendaraan untuk menjaga kebersihan dan kondisi komponen. Namun, mencuci ruang mesin dengan cara menyiramkan air secara langsung ternyata tidak disarankan, terutama pada mobil yang sudah berusia cukup tua. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service mengatakan, mencuci ruang mesin mobil boleh dilakukan tapi perlu ada yang diperhatikan. “Mesin mobil bisa dicuci dengan kap mesin dibuka, tetapi tidak boleh asal disemprot air bertekanan ke seluruh ruang mesin,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). “Pada mobil modern, banyak komponen kelistrikan dan elektronik berada di ruang mesin, seperti ECU, alternator, sensor, soket kabel, fuse box, dan konektor,” ucapnya. Sementara itu, Owen, pemilik toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mengatakan, air yang masuk ke bagian kelistrikan berpotensi menimbulkan masalah, khususnya pada kendaraan lawas. Mesin mobil Mazda CX-3 Kuro "Kalau misalnya kayak punya mobil umur tahun 2001 atau 2005 kan, itu kan enggak mungkin elektrika-nya itu masih rapet. Pasti ada kebocoran," kata Owen saat ditemui Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemilik mobil perlu lebih berhati-hati ketika ingin membersihkan ruang mesin. Bahkan, untuk mobil yang lebih baru, Owen tetap tidak merekomendasikan mencuci ruang mesin dengan cara menyiramnya menggunakan air. "Kalau buat bersih-bersih mesin, ya mending dilap gitu," katanya. Jadi, pemilik mobil dapat membersihkan bagian-bagian ruang mesin menggunakan kain secara perlahan, terutama pada area yang mudah dijangkau. Cara tersebut dinilai lebih aman dibandingkan menyiramkan air secara langsung ke ruang mesin. Owen juga mengatakan, dirinya pernah menerima konsumen yang mengalami masalah setelah mencuci mesin mobil, sehingga pemilik kendaraan sebaiknya tidak asal menyemprotkan air ke ruang mesin hanya untuk membuatnya terlihat bersih.