Pada IIMS 2026, Suzuki eVitara secara resmi meluncur di Indonesia. Mobil ini dapat disebut sebagai SUV ringkas berbasis listrik dengan harga yang cukup tinggi, dimulai dari Rp 755 juta. Perbandingan harganya dengan pesaingnya dari merek China, Jaecoo J5 EV, sangat mencolok. Jaecoo J5 EV J5 EV dipasarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau, berkisar antara Rp 249 juta hingga Rp 299 juta. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana jika kedua SUV ringkas listrik ini dibandingkan, melihat tiap merek menawarkan klaim jarak tempuh yang mirip? Saya akan menganalisis kedua kendaraan ini dari sudut pandang spesifikasi, fitur, dan sistem keselamatan. Adu Spesifikasi Dari segi ukuran, Suzuki eVitara memiliki panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.635 mm, dan jarak sumbu roda 2.700 mm. Suzuki eVitara di IIMS 2026 Sementara itu, J5 EV memiliki dimensi yang lebih besar, dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak sumbu roda 2.620 mm. Ground clearance J5 EV juga lebih tinggi, mencapai 200 mm, sedangkan eVitara berada di angka 180 mm. Dengan demikian, dalam hal dimensi, J5 EV menawarkan ukuran yang lebih besar, sedangkan eVitara unggul dalam panjang wheelbase, yang dapat memberikan lebih banyak ruang dalam kabin. Suzuki eVitara di IIMS 2026 Mengenai spesifikasi baterai dan motor listrik, eVitara menggunakan tipe LFP berkapasitas 61 kWh. Dari kondisi baterai penuh, eVitara mampu menempuh jarak sejauh 426 Km (WLTP) dan memiliki kemampuan fast charging dari 15 persen ke 80 persen dalam waktu 50 menit. Sedangkan, J5 EV memiliki kapasitas baterai sedikit lebih kecil, yaitu 60,9 kWh. Jarak tempuhnya dapat mencapai 400 Km (WLTP), dengan kemampuan fast charging dari 30 persen hingga 80 persen dalam 27 menit. Jaecoo J5 EV Secara tenaga, eVitara mampu menghasilkan daya 128 kW, setara dengan 171 TK, dengan torsi sebesar 193 Nm. Sementara itu, J5 EV memiliki tenaga yang lebih besar, yaitu 155 kW atau sekitar 207 TK, dengan torsi 288 Nm. Meskipun kapasitas baterai eVitara lebih besar, J5 EV unggul dalam hal kecepatan pengecasan dan performa. Adu Fitur Suzuki eVitara di IIMS 2026 Ketika berbicara tentang fitur, eVitara hadir dengan beragam fitur yang lengkap. Bagian kabin eVitara mengusung palet warna coklat dan hitam, menciptakan suasana ruang yang elegan, ditambah dengan panoramic roof yang menawan. Klaster instrumen eVitara berukuran 10,25 inci dan terintegrasi dengan layar infotainment 10,1 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Sistem audio premium dari Infinity dengan enam speaker dan subwoofer khusus pun disematkan. Ditambah lagi, ambient light yang dapat disetel dalam 12 warna, bangku pengemudi dengan pengaturan elektrik sepuluh arah, serta kursi depan yang dilengkapi pemanas. Juga tersedia wireless charger, serta colokan USB dan power outlet di bagian depan dan belakang. Ruangan bagasi eVitara pun cukup luas, mencapai 562 liter. Sementara itu, J5 EV varian termahal juga dilengkapi dengan panoramic roof. Bagasi belakang J5 EV dapat dibuka dengan tutup elektrik, dan pengaturan bangku pengemudi serta penumpang juga sudah elektrik dan dilengkapi dengan pendingin. Layar hiburan J5 EV yang menonjol berukuran 13,2 inci dengan audio delapan speaker, serta ambient light yang menawarkan 64 pilihan warna. Pada konsol tengah terdapat wireless charging pad dan berbagai colokan USB yang memudahkan pengisian daya. Sistem Keamanan Dari segi keamanan, eVitara dilengkapi dengan tujuh airbag dan sistem Suzuki Safety Support. fitur seperti adaptive cruise control, lane keep assist, dual sensor brake support, dan kamera 360 derajat untuk meningkatkan keamanan berkendara. Sementara itu, J5 EV dilengkapi dengan enam airbag dan menawarkan fitur ADAS yang lengkap. Fitur-fitur seperti adaptive cruise control, lane assist, autonomous emergency brake, dan kamera 540 derajat juga tersedia di J5 EV. Kesimpulan: Kedua kendaraan ini memiliki kelebihan masing-masing yang bisa dipertimbangkan oleh calon pembeli. Jaecoo J5 EV punya harga lebih kompetitif, tapi relatif hadir sebagai pemain baru di Indonesia. Jaringan layanan purna jual belum banyak, pun durabilitas produk masih jadi tanda tanya. Sementara, Suzuki eVitara punya harga yang jauh lebih mahal. Namun di sisi lain, merek dagang yang lebih familiar, jaringan servis, dan ketangguhan model-model sebelumnya, bisa jadi katalis para loyalis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang