Sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) pada sepeda motor menjadi salah satu fitur keselamatan yang semakin banyak digunakan pada kendaraan modern. Namun hingga saat ini penggunaan ABS belum diwajibkan pada seluruh sepeda motor yang dipasarkan di Indonesia. Padahal, teknologi tersebut memiliki fungsi penting, terutama untuk membantu pengendara mempertahankan kendali ketika melakukan pengereman keras atau dalam kondisi darurat. Anggota ASEAN NCAP Technical Committee, Adrianto Sugiarto Wiyono, mengatakan kewajiban penggunaan ABS pada sepeda motor perlu dilihat dari berbagai sisi, termasuk harga kendaraan dan perlindungan terhadap konsumen. "ABS wajib di beberapa negara. Kalau di Indonesia tidak perlu, apa alasannya? Harga akan menjadi mahal," kata Rian panggilannya kepada Kompas.com, Jumat (26/8/2026). Ilustrasi servis rem ABS motor "Logikanya jika diwajibkan, maka produksi bisa lebih massal sehingga harga akan lebih murah. Atau jika ada alternatif teknologi keselamatan yang lain boleh saja," ujarnya. Namun demikian Rian mengatakan, mesti ada terbosan baru untuk membuat motor sebagai alat transportasi yang lebih aman. "Hal ini mungkin perlu dijadikan diskusi antara manufaktur, pemerintah, dan pengguna kendaraan untuk menemukan jalan tengah, fitur keselamatan tingkat lanjut apa yang wajib disematkan pada sepeda motor?," ungkapnya. "Sekali lagi ini mengingat bahwa hal tersebut bagian dari wujud perlindungan terhadap konsumen," katanya. Lebih jauh, kata Rian, penyematan ABS memang akan membuat harga jual motor jadi naik. Namun teknolgi ABS bukan hal baru, sehingga harusnya sudah lebih murah. "Jangan teknologi keselamatan dari tahun ke tahun tetap sama namun harga juga tetap naik, padahal logikanya semakin lama teknologi harganya semakin murah kan?," katanya. Bosch Indonesia demonstrasikan pentingnya penggunaan ABS pada sepeda motor. ABS Motor di Sejumlah Negara Sejumlah negara telah menerapkan aturan yang mewajibkan ABS pada sepeda motor tertentu, terutama motor dengan kapasitas mesin atau karakteristik tertentu. Uni Eropa misalnya, sepeda motor baru dengan kapasitas mesin di atas 125 cc diwajibkan menggunakan ABS. Untuk sepeda motor hingga 125 cc, aturan memungkinkan penggunaan ABS atau sistem pengereman gabungan Combined Braking System/CBS) tergantung klasifikasi kendaraannya. Di Jepang, ABS juga menjadi bagian dari persyaratan keselamatan untuk sepeda motor tertentu. Penerapannya dilakukan secara bertahap sesuai kategori kendaraan. Sementara itu, di Australia juga menerapkan persyaratan ABS untuk kategori sepeda motor tertentu, dengan ketentuan yang mengikuti standar kendaraan Australia dan regulasi terkait. Pengembangan ABS Bosch Beberapa negara lain juga telah mendorong penggunaan ABS sebagai perlengkapan standar sepeda motor melalui regulasi maupun standar keselamatan kendaraan. Fungsi ABS pada Motor ABS merupakan sistem yang dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika pengendara melakukan pengereman keras. Ketika roda terkunci, ban kehilangan kemampuan untuk berputar dan traksi dengan permukaan jalan dapat berkurang. Kondisi ini bisa membuat motor lebih sulit dikendalikan, terutama ketika pengendara harus melakukan pengereman mendadak. ABS bekerja menggunakan sensor untuk memantau kecepatan putaran roda. Ketika sistem mendeteksi salah satu roda berpotensi terkunci, tekanan rem akan dikurangi dan kembali diberikan secara cepat agar roda tetap berputar.