Kasus kebakaran pada sepeda motor, khususnya motor gede (moge), kembali menjadi perbincangan karena kerap terjadi. Lalu, apakah moge juga perlu diwajibkan untuk membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR)? Banyak orang yang tidak paham bagaimana cara memadamkan api pada sepeda motor. Dengan menyiram api menggunakan air, kebakaran tidak akan padam, karena yang terbakar adalah bahan bakar minyak. Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, dengan melihat orang memadamkan kebakaran pada sepeda motor menggunakan air, memperlihatkan bahwa kesadaran tentang kebakaran itu lemah di masyarakat. Aksi anggota Satlantas Polsek Cengkareng Satuan Wilayah Jakarta Barat, Aiptu Edi Priyanto saat mendorong motor yang terbakar di tengah banjir, Selasa (18/11/2025) "Enggak perlu (bawa) APAR kalau di motor. Kalau di mobil perlu, karena itu ruang tertutup," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Menurut saya, belum perlu. Tapi, yang penting adalah kesadaran tentang keselamatan kebakaran," kata Jusri. Jusri menambahkan, harusnya pengendara motor paham akan prinsip dari kebakaran, yakni Triangle of Fire Theory atau teori segitiga api. Ilustrasi motor terbakar "Ada tiga komponen atau faktor yang bisa membuat terjadinya kebakaran. Pertama, bahan yang mudah terbakar. Kedua, oksigen. Ketiga, panas," ujar Jusri. "Saat ketiga komponen ini menyatu, maka akan terjadi api. Hilangkan salah satu atau dua dari tiga komponen tersebut, maka api akan bisa dipadamkan," kata Jusri. Sepeda motor terbakar di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, saat dikendarai. Kamis (18/9/2025). Jika tidak ada APAR, Jusri menyarankan, ambil karung atau kain atau baju yang sedang digunakan. Kemudian, basahi dengan air dan tutup api atau sumber kebakaran. "Dengan demikian, oksigennya kan jadi tidak ada. Panas itu jadi rendah dan otomatis tidak terjadi api. Sebenarnya, cara memadamkannya mudah, tapi karena panik dan tidak tahu cara memadamkannya, makanya api menjadi tidak terkendali," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang