Di tengah maraknya modifikasi bus, pemilik kendaraan selalu diingatkan agar tidak sembarangan memasang aksesori yang membutuhkan kelistrikan tambahan. Suprapto, pemilik usaha aksesori bus Moreno Airhorn mengatakan, faktor pemasangan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan, terutama terkait kapasitas kabel dan sistem pengaman. "Kalau pemasangannya benar pasti aman. Yang tidak aman itu kalau pemasangannya asal. Tidak tahu kelistrikan, tidak tahu kapasitas kabel berapa," ujar dia kepada Kompas.com, Selasa (30/9/2026). Kabel Kelistrikan Suprapto mencontohkan, penggunaan lampu berdaya besar tetapi menggunakan kabel yang terlalu kecil dapat menyebabkan kabel panas. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, risiko kerusakan bahkan kebakaran dapat meningkat. Selain ukuran kabel, penggunaan pengaman seperti sekring juga penting. Bus AKAP lampu variasi Komponen tersebut dapat memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan pada sistem. "Misalkan kita pasang lampu mata yang dayanya besar, pakai kabel kecil. Lama-lama panas, bisa kebakar," kata Suprapto. Pemilihan Material Aksesori Suprapto juga mengingatkan agar pemilik bus tidak hanya memperhatikan cara pemasangan, tetapi juga kualitas material yang digunakan. Kabel dengan kualitas rendah dan lapisan pelindung yang tipis dinilai lebih berisiko ketika terpapar panas maupun air. "Kalau pemasangannya sudah benar, tapi dari segi bahan dan jenis kabelnya dia pakai yang murah, kulitnya tipis, kena panas, kena air, itu juga bisa menyebabkan korsleting dan berpotensi kebakaran," tuturnya. Karena itu, menurutnya, pemasangan aksesori kelistrikan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem kelistrikan kendaraan. Ia sendiri mengaku kerap berkonsultasi dengan mekanik ketika akan memasang aksesori pada jenis bus tertentu. "Kalau teknisinya benar yang memasang, pasti aman," kata dia.