Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan sepanjang semester pertama atau Januari-Juni 2026. Mengutip data Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan elektrifikasi atau electrified vehicle (xEV) mencapai 117.108 unit. Angka tersebut terdiri dari tiga jenis kendaraan, yakni mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), mobil hybrid atau hybrid electric vehicle (HEV), serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Komparasi Toyota Innova Zenix Hybrid vs Honda Step WGN e:HEV Pada semester pertama 2025, penjualan xEV tercatat sebanyak 69.134 unit atau 18,3 persen dari total pasar kendaraan nasional yang mencapai 376.707 unit. Sementara itu, pada Januari-Juni 2026, penjualan xEV telah mencapai 117.108 unit dari total pasar 436.564 unit. Artinya, dalam satu tahun, pangsa pasar kendaraan elektrifikasi naik 8,5 poin persentase. Jadi cermin besarnya penerimaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi di Indonesia. BEV Kontributor Terbesar Leapmotor B10 meluncur diI GIIAS 2026 Dari tiga jenis kendaraan elektrifikasi, mobil listrik berbasis baterai (BEV) masih menjadi penyumbang penjualan terbesar. Penjualan BEV pada Januari-Juni 2026 mencapai 69.739 unit, dengan kontribusi sekitar 15,97 persen terhadap total pasar kendaraan nasional. BEV merupakan kendaraan yang sepenuhnya menggunakan motor listrik sebagai penggerak. Sumber energinya berasal dari baterai yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Pertumbuhan BEV menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik murni semakin meningkat. Pilihan model yang semakin beragam dan persaingan harga antar merek turut membuat mobil listrik lebih mudah dijangkau konsumen.