Tidak hanya berfokus pada angkutan perkotaan. Bus listrik untuk kendaraan di pertambangan tersebut juga sempat dipamerkan beberapa waktu lalu pada ajang Mining Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada ajang tersebut, Arjuno dihadirkan lewat kolaborasi bersama karoseri Laksana serta operator transportasi PT Bagong Dekaka Makmur. Direktur sekaligus Chief Corporate Affairs VKTR, Indah P. Saugi, menjelaskan, percepatan elektrifikasi kendaraan komersial harus berlandaskan pada kebutuhan riil di lapangan. "Bagi VKTR, elektrifikasi kendaraan komersial harus dibangun berdasarkan kebutuhan operasional yang nyata. Sektor pertambangan dengan tingkat utilisasi tinggi menjadi area ideal untuk membuktikan efisiensi dan keandalan bus listrik," ujar Indah dikutip dari keterangan resmi, Selasa (29/9/2026). Spesifikasi Arjuno Arjuno dirancang sebagai bus listrik berukuran 8 meter yang diproyeksikan untuk mengakomodasi mobilitas pekerja di kawasan industri tambang. Bus ini berkapasitas hingga 25 orang dengan baterai berkapasitas 210 kWh. Kemudian, bus ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 350 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. TOURISTAEV VKTR ARJUNO Arjuno juga mendukung pengisian daya cepat (DC Fast Charging) dengan durasi pengisian dari kosong hingga penuh sekitar 90 menit. Durasi pengisian daya yang terhitung singkat ini memungkinkan para pengelola kendaraan (fleet operator) mengatur jadwal pengisian di sela-sela jam kerja atau pergantian shift operasional. Karakter Medan Tambang Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman, mengungkapkan bahwa aspek desain dan konfigurasi teknis Arjuno telah disesuaikan secara khusus. "Untuk aplikasi di area tambang, aspek seperti konfigurasi kendaraan, kapasitas, kenyamanan, hingga ketahanan rangka dan komponen perlu disesuaikan dengan pola operasional di lapangan. Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan produk yang sangat relevan," kata Stefan. Menurut Stefan, membuat bus listrik operasional untuk tambang memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan armada jalan raya biasa. Medan kerja yang ekstrem menuntut durabilitas dan faktor keandalan tinggi.